BERITA UTAMA

PROGRAM PRIORITAS

BLUSUKAN

Atasi Banjir Jakarta, Targetkan Pembangunan Bendungan Sukamahi dan Ciawi Rampung 2019

Presiden Joko Widodo dalam kunjungan kerjanya hari ini meninjau pembangunan bendungan Sukamahi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Jumat 15 Desember 2017. Pembangunan bendungan...

Segera Atasi Jalur Macet Bogor-Sukabumi

Kondisi kepadatan jalan raya lintas Bogor dan Sukabumi yang sudah jenuh membuat pemerintah memutuskan untuk membangun sejumlah sarana transportasi penghubung. Hal ini ditambah dengan...

Pesan Hari HAM: Dengarkan Aspirasi Masyarakat

SOLO- Kebijakan yang baik bukanlah tentang seberapa banyak yang telah dilakukan pemerintah tetapi seberapa banyak manfaat yang dirasakan oleh masyarakat, terutama masyarakat bawah. Pernyataan...

Puisi ‘Khalifah Kami’ dari Santri Pacitan untuk Presiden

PACITAN- Setiap berkunjung ke pondok pesantren, Presiden Joko Widodo seringkali memberikan kuis berhadiah sepeda kepada santri. Tapi saat berkunjung ke Pondok Pesantren Tremas, Kecamatan...

Percepat Pemulihan Dampak Bencana

PACITAN- Proses belajar mengajar di daerah yang terkena dampak banjir di Kabupaten Pacitan diperkirakan sudah teratasi pada bulan Januari 2018. Pernyataan ini disampaikan Presiden...

FOTO VIDEO

Di depan saya ini adalah area pembangunan Bendungan Sukamahi di Kabupaten Bogor. Dengan alat berat, para pekerja mengeruk tanah untuk membendung Sungai Cisukabirus di bagian hulu.

Inilah salah satu usaha pemerintah mengendalikan banjir di Jakarta. Dua waduk di Kabupaten Bogor sudah mulai dibangun, Waduk Sukamahi di depan saya ini dan Waduk Ciawi. Pembebasan lahannya sudah 22 persen. Jika dua waduk ini sudah beroperasi pada pertengahan 2019 mendatang air yang masuk ke Jakarta akan berkurang 30 persen. Artinya, mengurangi potensi banjir di ibukota 30 persen.

Banjir di Jakarta memang harus diselesaikan dari hulu ke hilir. Di hulu, dua waduk dibangun. Di hilirnya, di Jakarta sendiri, pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengerjakan normalisasi Sungai Ciliwung karena sungainya yang makin menyempit.

Adapun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saya harapkan untuk fokus mengerjakan hal-hal yang berkaitan seperti drainase, sungai-sungai kecil, dan pemeliharaan waduk-waduk yang ada di Jakarta. Jadi Waduk Sunter, Pluit, Melati, dan Setiabudi harus terus dibersihkan.

Pemerintah juga tengah menyelesaikan pembangunan sodetan Ciliwung untuk mengalirkan sebagian air dari Sungai Ciliwung ke Kanal Banjir Timur. Apabila pemerintah pusat dan pemerintah provinsi bekerja sama dalam melakukan pengendalian banjir Jakarta, Insya Allah, persoalan banjir di Jakarta akan selesai. ... See MoreSee Less

View on Facebook

Jalan Tol Bogor Ciawi Sukabumi (Bocimi) seharusnya sudah selesai dari dulu. Mulai dibangun tahun 1997, sampai tahun 2015 belum maju sampai satu meter pun.

Kenapa berhenti? Ternyata karena gonta-ganti investor. Empat kali ganti investor. Padahal kepadatan arus lalu lintas jalur Bogor menuju Sukabumi dan sebaliknya sudah sangat padat. Waktu tempuh Bogor-Sukabumi yang jaraknya tak sampai 60 kilometer bisa mencapai enam jam, yang seharusnya hanya sekitar 1,5 jam saja. Saya sendiri pernah terjebak kemacetan di jalur ini.

Akhirnya, dua tahun lalu saya perintahkan kepada Menteri agar pembangunan tol Bocimi diambil alih oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Saya minta agar pembangunannya dikebut. Kerjakan siang malam.

Selain mengambil alih pembangunan jalan tol, pemerintah juga membangun jalur ganda kereta api lintas Bogor-Sukabumi. Siang tadi, saya sudah melakukan groundbreaking di satu titik jalur ini di Cicurug.

Jika Jalan Tol Bocimi selesai bulan Oktober 2019, dan Jalur Ganda Kereta Api Bogor Sukabumi juga kelar tahun 2020, masyarakat akan punya pilihan: lewat jalan raya, jalan tol, atau kereta api.

Potensi di Sukabumi ini besar. Produk-produk agrobisnisnya banyak, potensi pariwisatanya juga besar. Kalau tidak ditunjang oleh transportasi yang baik ya produk-produk itu tidak bisa keluar dengan daya saing yang baik. ... See MoreSee Less

View on Facebook

Saya makan siang bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan dua kepala staf TNI di Istana Kepresidenan Bogor, kemarin. Seraya menikmati masakan ikan, sayur bunga pepaya dan nasi merah, kami berbicara tentang kesejahteraan prajurit TNI, tentang tunjangan khusus prajurit sesuai tingkat kemahalan di wilayah tugas dan kebutuhan rumah untuk mereka.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto yang baru beberapa hari dilantik juga melaporkan bahwa masa transisi peralihan kepemimpinan di tubuh TNI telah berjalan sesuai rencana. Solidaritas di tubuh TNI sangat kuat, begitu juga juga solidaritas dengan Polri.

Foto: Biro Pers Setpres ... See MoreSee Less

View on Facebook

Saya tiba di Tanah Air siang ini, seusai mengikuti KTT Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) tentang Palestina di Istanbul, Turki. Ada enam usulan yang saya sampaikan di forum besar itu.

Pertama, OKI harus secara tegas menolak pengakuan unilateral tersebut. Solusi dua negara merupakan satu-satunya solusi yang dapat diterima, di mana Jerusalem Timur ditetapkan sebagai ibu kota Palestina.

Kedua, saya mengajak semua negara yang memiliki Kedutaan Besar di Tel Aviv, Israel, untuk tidak mengikuti keputusan AS memindahkan kedutaan ke Jerusalem.

Ketiga, negara OKI dapat menjadi motor untuk menggerakkan dukungan negara yang belum mengakui kemerdekaan Palestina.

Keempat, bagi negara anggota OKI yang memiliki hubungan dengan Israel agar mengambil langkah-langkah diplomatik, termasuk kemungkinan meninjau kembali hubungan dengan Israel sesuai dengan berbagai resolusi OKI.

Kelima, anggota OKI harus ambil langkah bersama tingkatkan bantuan kemanusiaan, peningkatan kapasitas dan kerja sama ekonomi kepada Palestina.

Keenam, OKI juga harus mampu menjadi motor bagi gerakan di berbagai forum internasional dan multilateral untuk mendukung Palestina.

Saya berharap agar pertemuan tersebut menghasilkan tindakan nyata.

Foto: Biro Pers Setpres ... See MoreSee Less

View on Facebook