Presiden Jokowi sejak awal bulan puasa sudah mewanti-wanti tentang kelancaran mudik lebaran 2017. “Saya menginginkan segera masuk ke persiapan Idul Fitri baik yang terkait dengan kelancaran mudik nanti,” tegas Presiden di Istana Kepresidenan, Bogor (29/5/2017). Saat itu Presiden didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla memimpin sidang kabinet paripurna yang mengulas tentang persiapan hadapi Idul Fitri 1438 H/2017 M. Presiden menginginkan, kelancaran mudik lebaran 2017 bisa di pastikan dari semua moda transportasinya. “Semua supaya benar-benar di lapangan dikontrol benar, dicek supaya tidak terjadi peristiwa yang tidak kita kehendaki, ” ujar Presiden.

Terkait moda transportasi mudik lebaran 2017, penerbangan atau transportasi udara menjadi moda transportasi yang diunggulkan. Persiapan dan kesiapan Kementerian Perhubungan (dalam hal ini Direktorat Jenderal Perhubungan Udara) menyambut mudik Lebaran 2017 telah mencakup semua aspek guna mewujudkan mudik udara yang aman dan nyaman. Hal ini terutama karena pengguna jasa transportasi udara yang terus meningkat dari tahun ke tahun sebagaimana disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya dalam berbagai kesempatan. Di sisi lain, Presiden Jokowi sejak awal memang menjadikan moda transportasi udara sebagai salah satu program prioritas nasional untuk memperkuat konekstitas melalui pembangunan sejumlah bandara baru di berbagai wilayah Indonesia.

Berdasarkan pantauan Kementerian Perhubungan, sampai saat ini perkembangan penumpang pesawat terus naik hingga mencapai sembilan persen. Hal ini juga merupakan indikator naiknya kemampuan masyarakat untuk menggunakan transportasi udara. Kemenhub berencana mengoptimalisasikan slot yang tersisa di setiap bandara karena dengan slot yang optimal pertumbuhan bisa mencapai 11%. Melihat perkembangan yang terjadi, pemerintah pun tahun ini berencana menjadikan angkutan udara sebagai moda angkutan umum unggulan bagi para pemudik.

Untuk bisa mewujudkan hal itu, para penyelenggara bandara memiliki peran penting agar angkutan udara bisa menjadi moda angkutan unggulan mudik Lebaran 2017. Karena itulah, Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Udara telah mengeluarkan sejumlah instruksi para penyelenggara Bandara dalam rangka menyambut mudik tahun ini. Instruksi tersebut mencakup berbagai aspek penting, terutama aspek keamanan bandara dan sistem keamanan penerbangan. Penyelenggara bandara juga diminta untuk meninjau dan memastikan kemampuan dan kapasitas operasi bandara terkait fasilitas, personel dan prosedur. Memastikan tingkat keselamatan, keamanan serta pelayanan di bandara terkait operasi pesawat udara, penumpang dan barang. Pemeriksaan keamanan pesawat, penumpang dan barang harus sesuai prosedur dengan mengoptimalkan fasilitas dan personal yang ada.

Langkah antisipasi untuk mudik transportasi udara sudah dipersiapkan dari berbagai aspek. Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Udara Agus Santoso menyampaikan dalam berbagai kesempatan kepada masyarakat bahwa akan ada 532 armada pesawat yang akan beroperasi mulai H-7 sampai H+7 untuk menampung lonjakan kenaikan penumpang pesawat sebesar 9,8% dibanding tahun 2016. Kenaikan ini lebih tinggi dibandingkan dengan moda angkutan darat dan laut. Total 532 pesawat tersebut dioperasikan oleh 14 armada milik Badan Usaha Angkutan Udara Nasional. Dari total 532 pesawat tersebut, 5% diantaranya adalah extra flight yang akan melayani jalur mudik pengguna moda transportasi udara.

Diperkirakan penumpang pesawat mudik tahun ini sekitar 5.404.814 penumpang dan prediksi untuk penumpang luar negeri sejumlah 675.527 penumpang. Sedangkan kapasitas seat yang tersedia untuk penerbangan dalam negeri sebanyak 5.780.374 dan seat untuk jalur luar negeri sebesar 930.379. Bandara yang dipantau sebagai jalur utama mudik sebanyak 35 bandara dan Kementerian Perhubungan telah menyiapkan posko mudik di setiap bandara tersebut. Periode pemantauan akan berlangsung selama 27 hari. Faktor keamanan dan keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas utama dalam semua persiapan antisipasi mudik 2017.

Petugas Bandar Udara diminta lebih pro aktif dalam membantu kelancaran pelayanan kepada penumpang sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 185 Tahun 2015 tentang standar pelayanan penumpang kelas ekonomi angkutan udara berniaga dalam negeri. Mereka diinstruksikan untuk meningkatkan pengamanan terhadap barang dan bagasi penumpang agar tidak terjadi kehilangan serta memonitor pemberlakuan tarif penumpang angkutan udara sesuai tarif batas atas dan batas bawah yang telah ditentukan.

Sesuai instruksi Presiden, kelancaran mudik lebaran 2017 yang aman dan nyaman, memang menjadi prioritas utama yang dipersiapkan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya beserta jajarannya, baik untuk moda transportasi darat, laut maupun udara. Dan untuk moda transportasi udara, persiapan dan langkah-langkah antisipasi guna mewujudkan penerbangan yang aman pada mudik lebaran 2017 sebagian besar telah dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.*