Presiden Joko Widodo mengapresiasi peningkatan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Sulawesi Barat yang mencapai angka 7,38 persen pada triwulan I tahun 2017. Menurut data yang diterimanya, peningkatan sektor pertanian sebesar 3,24 persen berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Barat. Demikian disampaikan Presiden saat memimpin rapat terbatas dengan sejumlah Menteri Kabinet Kerja, pada Rabu, 2 Agustus 2017, di Kantor Presiden, Jakarta.

“Saya kira tumbuh sangat tinggi melebihi angka pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Presiden. Meskipun demikian, Sulawesi Barat sebagai salah satu provinsi termuda disebutnya masih memiliki banyak sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi lagi.

“Saya melihat bahwa provinsi Sulawesi Barat memiliki potensi ekonomi yang besar baik sektor pertanian, perikanan, kehutanan, dan pertambangan,” ungkapnya.

Kepala Negara pun menginstruksikan jajarannya untuk memanfaatkan pertumbuhan ekonomi dan potensi ekonomi lainnya yang besar tersebut guna menyelesaikan berbagai masalah yang ada di Sulawesi Barat. Utamanya adalah menekan angka kemiskinan yang saat ini masih berada pada posisi 11,19 persen.

“Momentum kenaikan pertumbuhan ekonomi di kuartal 1 ini harus dipertahankan sehingga mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja, mengurangi ketimpangan, serta menekan angka kemiskinan di Sulawesi Barat,” ucap Presiden.

 

video Ratas Proyek Strategis Nasional Sulbar