Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima kunjungan kenegaraan Presiden Republik Chile Michelle Bachelet di Istana Merdeka, Jumat (12/5) pagi.

Kedatangan Presiden Chile dilakukan dengan upacara penyambutan kenegaraan. Secara berurutan, kedatangan mobil kepresidenan Chile diiringi oleh Marching Band Paspampres, pasukan berkuda, dan pasukan berbaju adat daerah Indonesia, serta disambut dengan kibaran bendera oleh anak-anak berbaju adat di halaman Istana Merdeka.

Presiden yang didampingi oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo langsung menyambut kehadiran Presiden Michelle Bachelet seusai turun dari mobil. Bunyi 21 kali dentuman 21 kali meriam, serta kumandang lagu kebangsaan kedua negara mengiringi kehadiran Presiden Michelle Bachelet.

Usai memeriksa pasukan, Presiden Joko Widodo bersama Presiden Michele Bachelet dan Ibu Iriana berfoto bersama di ruang Credential.

Kegiatan dilanjutkan dengan Veranda Talk di teras belakang Istana Merdeka. Kedua Presiden berbicang selama kurang lebih 10 menit sebelum kemudian dilanjutkan dengan pertemuan bilateral.

Saat memberikan sambutan bilateral, Presiden Jokowi menyampaikan penghargaan kepada Presiden Chile Veronica Michelle Bachelet Jeria, yang dalam kunjungannya ke Indonesia kali ini, membawa sejumlah organisasi bisnis dari negaranya.

“Saya juga sangat menghargai kunjungan Yang Mulia disertai para pimpinan organisasi bisnis Chile, Sofofa, federasi industri Chile, ada federasi buah Chile, asosiasi eksportir Chile,” kata Presiden Jokowi.

Menurut Presiden, saat melakukan pembicaraan Veranda Talk di teras belakang Istana Merdeka, dirinya dan Presiden Chile sudah mulai membahas mengenai hubungan ekonomi antar kedua negara. “Kita akan lanjutkan pembahasannya dalam pertemuan bilateral ini,” ujarnya.

Presiden menyebutkan, bagi Presiden Michelle Bachelet ini bukanlah kunjungan pertamanya ke Indonesia. Pada 2013 lalu, sebut Presiden Jokowi, Michelle Bachelet juga pernah berkunjung ke Indonesia dalam kapasitas sebagai Direktur Eksekutif UN Woman.

Fokus Pada Perdagangan, Perikanan, dan Pertanian

Presiden Jokowi mengatakan, Chile merupakan mitra perdagangan terbesar ketiga bagi Indonesia di Amerika Selatan. Karena itu, masalah perdagangan investasi merupakan topik bahasan utama dalam pertemuan bilateral delegasi pemerintah Republik Indonesia dan pemerintah Republik Chile.

“Kita berharap agar penyelesaian perundingan kerja sama kemitraan (CEPA), terutama untuk bidang trade in goods dapat diselesaikan tahun ini,” kata Presiden Jokowi dalam konferensi pers bersama Presiden Chile Veronica Michelle Bachelet Jeria seusai pertemuan bilateral kedua negara.

Presiden menilai, kunjungan Presiden Bachelet juga sangat tepat waktu di saat Indonesia sedang menggalakkan peningkatan perdagangan dan investasi dengan mitra non tradisional, termasuk di Amerika Selatan, dimana Chile merupakan salah satu prioritas di antaranya.

Sebagai bentuk untuk mendekatkan pebisnis kedua negara, Presiden sangat menyambut baik kehadiran delegasi bisnis dalam rombongan Presiden Bachelet, dan penandatanganan kesepakatan (MoU) kerja sama antara kedua KADIN (Kamar Dagang dan Industri).

“Kami juga sepakat bahwa ke depan kerja sama bilateral akan difokuskan pada beberapa bidang, yaitu bidang perikanan, bidang industri strategis. Di bidang pertanian, khususnya upaya peningkatan perdagangan dari hasil-hasil pertanian kita,” ungkap Presiden Jokowi.

Dukungan Chile

Dalam pernyataan pers bersama itu, Presiden Jokowi juga menyampaikan, bahwa Indonesia dan Chile juga menjadi anggota dalam berbagai forum dunia, di antaranya Gerakan Non-Blok, APEC, dan FEALAC.

Presiden meyakini, kedekatan hubungan bilateral akan dapat membantu peningkatan kerja sama di berbagai forum tersebut.

“Saya menyampaikan penghargaan atas dukungan Chile terhadap pencalonan Indonesia pada Dewan Keamanan PBB tahun 2019-2020. Dan dukungan yang sama telah diberikan Indonesia kepada Chile pada tahun 2014-2015,” kata Presiden seraya menambahkan, penandatanganan dua kerja sama MoU yang baru saja dilakukan, tentunya akan lebih mendekatkan hubungan antara Indonesia dan Chile.