Presiden Joko Widodo kembali mengingatkan para kepala daerah untuk benar-benar menjaga integritas dalam menjalankan amanah yang telah diberikan masyarakat. Ketika membuka secara resmi Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XI Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) yang digelar di Indonesia Convention Exhibition, BSD City, Tangerang, ia menceritakan kekhawatiran banyak kepala daerah soal banyak terungkapnya praktik korupsi, suap, dan gratifikasi oleh KPK.

Sebagaimana diketahui, Kamis, 5 Juli 2018, kemarin, Kepala Negara bertemu dengan sejumlah bupati di Istana Kepresidenan Bogor. Dalam pertemuan itu, semua bupati dipersilakan menyampaikan masukan-masukannya terkait pemerintahan.

“Semua kemarin blak-blakan. Tetapi yang paling banyak ditakuti sekarang ini banyak gubernur, bupati, dan wali kota yang ditangkap KPK,” ujar Presiden mengisahkan kembali pertemuan kemarin.

Menurutnya, bila seorang kepala daerah tidak bersentuhan dengan praktik-praktik seperti menerima suap, gratifikasi dan korupsi, maka sepatutnya tidak perlu ada yang dikhawatirkan. Oleh karenanya ia mengingatkan para kepala daerah untuk menghindari praktik-praktik serupa itu.“Jangan main-main yang namanya korupsi, suap, dan gratifikasi. Kalau tidak bersentuhan tidak perlu takut dan khawatir. Hati-hati, karena setiap bulan, setiap minggu ada (OTT KPK),” tuturnya.

Presiden sebenarnya merasa sedih acap kali mendengar kabar soal adanya tangkap tangan para kepala daerah. Untuk itu, ia benar-benar berharap agar para kepala daerah menjalankan pemerintahan yang bersih dan bertanggung jawab.

“Saya juga sangat sedih, jangan dipikir saya senang. Tengah malam tahu-tahu dapat berita, pagi subuh tahu-tahu dapat berita,” ucapnya.

Setelah meresmikan Rakernas XI APKASI, Presiden meninjau APKASI Otonomi Expo Tahun 2018.

Turut hadir mendampingi Presiden, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian dan Ketua Umum APKASI Mardani Maming.