Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno Marsudi, dalam laporannya mengatakan bahwa gedung baru Sekretariat ASEAN yang diresmikan pagi ini telah siap digunakan sebagai “rumah baru” ASEAN. Gedung dengan luas mencapai 49.993 meter persegi tersebut berdiri di atas lahan seluas 11.369 meter persegi.

“Setelah bekerja tanpa lelah siang dan malam sekitar 549 hari, gedung baru Sekretariat ASEAN telah siap digunakan sebagai rumah baru ASEAN. Gedung baru terdiri atas 2 menara dengan masing-masing 16 lantai. Berukuran 49.993 meter persegi dan berdiri di atas lahan seluas 11.369 meter persegi,” kata Retno.

Dialog sebagai bagian tak terpisahkan dari budaya dan DNA ASEAN menjadi konsep dari pembangunan gedung Sekretariat ASEAN tersebut. Hal itu dapat dilihat dari jembatan penghubung sepanjang 40,5 meter yang menghubungkan dua menara gedung dan keserasian antara gedung baru dan gedung lama Sekretariat ASEAN.

“Dialog ini tercerminkan antara lain di jembatan penghubung sepanjang 40,5 meter yang menghubungkan dua menara tersebut. Ini adalah jembatan penghubung terpanjang tanpa kolom struktural (penyangga) di Indonesia. Konsep dari dialog dan harmoni juga dapat dilihat dari berjalinnya gedung baru dan gedung lama,” ujarnya.

Selain itu, gedung Sekretariat ASEAN ini dilengkapi dengan 30 ruang pertemuan dengan masing-masing negara anggota ASEAN akan memiliki ruangan tersendiri. Dengan segala fasilitas yang ada, gedung baru Sekretariat ASEAN itu mampu mengakomodasi sebagian besar pertemuan ASEAN yang membuatnya dapat bekerja lebih efisien di masa mendatang.

“Dengan semua fasilitas ini, diharapkan gedung baru Sekretariat ASEAN dapat menjadi sumber baru dari energi dan inspirasi untuk pekerjaan-pekerjaan ASEAN mendatang,” tandasnya.