Angka porsi kuota haji reguler Indonesia yang tidak terpakai (open seat) tahun ini menurun jika dibandingkan dengan 2017. Berdasarkan Data Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji Kementerian Agaman, tahun ini open seat 649 kuota haji, tahun lalu 935. Indonesia memiliki kuota haji 204 ribu haji tetapi hanya terpakai 203.351.

Tidak terpakainya kuota itu salah satunya karena calon haji yang ditetapkan berangkat membatalkan di menit-menit akhir. Pembatalan itu bisa karena calon haji bersangkutan meninggal, sakit keras dan alasan lainnya. Di sisi lain, pihaknya menyebut jemaah yang tahun ini batal tetap mendapat prioritas berangkat haji di tahun berikutnya.

Sebenarnya, Kemenag sudah berupaya untuk menekan angka open seat tetapi tetap saja tidak bisa dihindari. Angka 649 itu sendiri tergolong sangat kecil jika dibandingkan dengan jumlah jemaah reguler yang berangkat dan telah mendarat seluruhnya di Tanah Suci sebanyak 203.351 orang.

Mereka berangkat secara bergelombang yang terbagi dalam 511 kloter. Penerbangan terakhir tiba pada Kamis (16/08) kemarin. Hingga berita ini ditulis sejumlah 46.439 jemaah dan 614 petugas sudah berada di Arafah. Menag Lukman Hakim Saifuddin dan jajaran Amirul Hajj juga telah berada di Arafah. Keseluruhan jemaah akan terus datang hingga malam nanti untuk mengikuti wukuf sebagai puncak haji pada esok hari.