Berbaur langsung di tengah masyarakat memang sudah menjadi ciri khas Presiden Jokowi. Nyaris tanpa jarak dan batas, presiden RI ke 7 itu memang selalu ingin berada dekat dan berinteraksi langsung dengan rakyat yang dipimpinnya. Bukan hanya berinteraksi langsung dengan masyarakat yang ada di sekitar lokasi acara yang dihadirinya, tak jarang presiden juga berhenti di suatu lokasi yang tidak direncanakan sebelumnya, hanya untuk menyapa, berdialog singkat dengan masyarakat sekitar.

Prosedur pengamanan seorang kepala negara yang selama ini dipahami sebagai prosedur pengamanan individu yang paling ketat, bukan menjadi halangan dan tidak menyurutkan langkah sang presiden untuk dekat, secara fisik, dengan rakyatnya. Anggota pengaman presiden yang sudah paham betul dengan sifat dan kebiasaan Presiden Jokowi pun, sudah memaklumi dan memahaminya. Dan secara profesional, para pengawal dan pengaman presiden ini menyesuaikan diri dan membantu semaksimal mungkin mewujudkan keinginan dan kebiasaan Presiden Jokowi.

Seperti tidak ingin kesan mendalam masyarakat yang berjumpa dengan dirinya berlalu begitu saja, Presiden Jokowi juga memiliki kebiasaan membagikan oleh – oleh kepada anak – anak dan orang dewasa yang dijumpainya. Kebiasaan yang sudah dilakukannya sebelum menjabat sebagai orang nomor satu di negeri ini.

Sejak menjabat sebagai gubernur DKI, Jokowi kerap membagikan buah tangan untuk anak – anak yang berada di daerah kunjungan atau blusukannya berupa buku tulis. Buku tulis yang kerap memenuhi bagasi mobil dinasnya, dibagikan langsung dari tangan presiden kepada anak – anak yang mengelilinginya.

Hanya anak – anak yang diperbolehkan menerimanya. Orang dewasa dapat memiliki buah tangan lain yang juga kadang dibagikan oleh presiden, seperti baju kaos. Ada yang mendapat 4 atau 5 buku tulis per anak, atau bahkan lebih. Setiap anak pasti merasa senang dan bangga mendapatkan oleh – oleh buku tulis dari presidennya.

Selain diberikan langsung oleh presiden, buku – buku tulis tersebut menjadi lebih istimewa karena di buku tersebut juga terdapat pesan – pesan sarat makna yang dipesankan oleh sang presiden. Beberapa di antaranya pesan berikut: “Membacalah dan bangsa ini akan terhindar dari buta karena ketidaktahuan. Oleh Joko Widodo” “Beli duku sama Bang Muin. Sekolah dulu baru main. Ayo anak-anak rajin belajar. Kan udah ada Kartu Jakarta Pintar” Pesan – pesan tersebut ditulis oleh Presiden Jokowi diilhami pengalaman pribadi yang dialaminya semasa kecil, usia sekolah hingga saat ini menduduki posisi dan jabatan tertinggi di pemerintahan negara.