Pemerintahan Presiden Jokowi telah memberi tugas tambahan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada tahun 2018 untuk melaksanakan pembangunan dan rehabilitasi beberapa infrastruktur strategis, diantaranya Stadion Manahan Kota Surakarta, Pasar Atas Kota Bukittinggi, dan Pasar Johar Kota Semarang. Pelaksanaan tugas tersebut berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2018.

Pelaksanaan konstruksi ketiga infrastruktur tersebut dimulai dan ditandai dengan penandatanganan kontrak antara Kementerian PUPR melalui Ditjen Cipta Karya dengan para penyedia jasa, di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Senin, 20 Agustus 2018. Turut menyaksikan penandatanganan tersebut Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Perdagangan Eggartiasto Lukita, dan Dirjen Cipta Karya Danis H. Sumadilaga.

Menteri Basuki mengatakan, seluruh pekerjaan ditargetkan selesai pada akhir tahun 2019 dan harus dipastikan tepat waktu, tepat sasaran, tepat administrasi, tepat mutu, dan tepat manfaat. Hal ini penting untuk memberikan layanan infrastruktur yang lebih baik, lebih cepat dan lebih berkualitas bagi bangsa dan negara.

“Saya ingin para mitra dapat memberi contoh kepada pelaksana di daerah bagaimana melakukan pembangunan yang baik sesuai dengan kaidah, terutama untuk penerapan K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) dan keamanan kerja termasuk lingkungan sekitarnya. Saya akan terus mengawasi soal K3 ini,” jelas Menteri Basuki.

Sementara Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyatakan, pada sidang kabinet Presiden memerintahkan agar pembangunan fisik seperti pasar dan sarana pendidikan dilakukan oleh ahlinya, yaitu Kementerian PUPR. “Bukti yang paling nyata adalah pembangunan arena-arena Asian Games yang dapat dilakukan dalam waktu yang relatif singkat tetapi dengan kualitas prima. Hal ini tidak akan terwujud kalau tidak dikerjakan oleh ahlinya, yaitu Pak Menteri Basuki dan seluruh jajaran di Kementerian PUPR,’’ ujar Menteri Enggar.

Stadion Manahan Surakarta dengan kapasitas 25.000 penonton dilakukan agar dapat menjadi venue event olahraga skala nasional dan internasional. Biaya konstruksi sebesar Rp 301,33 miliar dengan kontraktor PT Adhi Karya (Persero) Tbk Kerjasama Operasi (KSO) dengan PT Penta Rekayasa. Pekerjaan akan memakan waktu selama 407 hari kalender dan ditargetkan selesai pada tanggal 30 September 2019. Pekerjaan meliputi pekerjaan struktur revitalisasi stadion pada bangunan tribun barat, tribun timur, tribun utara, tribun selatan, dan perbaikan kualitas lapangan.

Kemudian pembangunan Pasar Atas Bukittinggi dan Pasar Johar Semarang dilakukan untuk memulihkan kondisi kedua pasar yang mengalami kebakaran beberapa waktu lalu. Pasar Atas Bukittinggi merupakan salah satu pasar bersejarah di Kota Bukittinggi dengan aktivitas ekonomi yang cukup tinggi dan komoditas perdagangan yang beragam. Kondisi fisik pasar ini menurun karena umur konstruksinya mencapai 43 tahun dan diperparah oleh empat kali peristiwa kebakaran. Hingga pada akhirnya, setelah pelaksanaan audit teknis, pasar ini direkomendasikan untuk dibangun baru dilokasi yang sama.

Pembangunan Pasar Atas Bukittinggi membutuhkan anggaran sebesar Rp. 292,29 miliar yang akan dilaksanakan oleh PT Brantas Abipraya KSO PT Penta Rekayasa dengan kontrak tahun jamak 2018-2019. Pembangunan pasar selama 495 hari kalender dan ditargetkan selesai pada tanggal 27 Desember 2019.

Pasar Atas Bukittinggi yang baru akan mengusung konsep bangunan gedung hijau yang selaras dengan obyek wisata Jam Gadang sebagai kawasan budaya. Pemerintah Kota Bukittinggi telah melakukan pembongkaran bangunan gedung Pasar Atas Bukittinggi sampai dengan pondasi bangunan serta memindahkan puing-puing sisa bongkaran. Selanjutnya dalam pembangunan Pasar Atas Bukittinggi akan dilaksanakan pekerjaan pembangunan gedung pasar, pekerjaan landscape, dan area parkir.

Sementara itu di Kota Semarang pada Tahun 2018 ini akan dimulai Pekerjaan Rehabilitasi Pasar Johar bagian tengah dan utara dengan nilai kontrak konstruksi sebesar Rp 146,09 miliar melalui kontrak tahun jamak oleh PT Nindya Karya (Persero) Wilayah II. Pekerjaan dilakukan selama 480 hari kalender dan ditargetkan selesai bulan Desember 2019. Pembangunan dilakukan dengan prinsip-prinsip pelestarian bangunan gedung cagar budaya. Pasar ini merupakan pasar bersejarah dan merupakan pusat ekonomi di Kota Semarang. Dirancang oleh arsitek Belanda, Thomas Karsten, Pasar Johar Semarang terbakar pada bulan Desember 2019. Besarnya api menghanguskan hampir dua pertiga luas pasar.