Pemerintah terus mengerjakan proses verifikasi pemberian santunan terhadap korban gempa bumi Lombok. Pada saat proses verifikasi berlangsung oleh tim di lapangan, gempa 6,9 SR kembali terjadi.

Tim Kementerian Sosial RI sedang melakukan verifikasi terhadap data korban gempa bumi yang meninggal di Lombok saat gempa kembali mengguncang pada Minggu malam, 19 Agustus 2018. Kegiatan verifikasi sudah dimulai tanggal 14 Agustus yg lalu. Verifikasi dilakukan untuk memastikan data ahli waris secara akurat.

Dari 481 jiwa seluruh korban meninggal di NTB telah dapat diverifikasi 471 jiwa di Lombok Utara. Sebelumnya diketahui berdasarkan posko induk data yg meninggal di Lombok Utara sebanyak 404 jiwa.

Verifikasi akhir ditetapkan bersama antara Sekretariat Pemerintah Daerah, Pangdam, dan Kapolda. Sementara itu, verifikasi juga berlangsung di Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Lombok Barat, Kota Mataram, dan Kabupaten Lombok Timur.

Hingga Minggu malam (19/8) korban meninggal terverifikasi di Kecamatan Kayangan 175 jiwa, Kecamatan Bayan 16 jiwa, Kecamatan Gangga 114 jiwa, Kecamatan Tanjung 86 jiwa dan Kecamatan Pemenang 80 jiwa. Jika diperbaharui data korban meninggal menjadi 548 jiwa.

Kementerian Sosial dalam menangani bencana telah menerjunkan petugas dari pusat sebanyak 20 orang. Sementara Taruna Siaga Bencana dari NTB telah dikerahkan sebanyak 500 orang.

Bencana Gempa di NTB ini telah membuat panggilan kemanusiaan bagi Tagana dari berbagai provinsi. Sebanyak 12 provinsi ikut peduli dengan mengirimkan Tagana. Sampai sekarang ada 633 Tagana yg bekerja untuk membantu dapur umum lapangan, evakuasi, layanan psikososial, distribusi bantuan, pencarian korban, verifikasi data korban dan ikut pembersihan puing-puing reruntuhan rumah bersama sama TNI, Basarnas, Kepolisian dan para relawan kemanusiaan dari berbagai organisasi kemanusiaan.

Gempa susulan malam ini sampai 6,9 SR Minggu malam telah membuat warga berhamburan keluar. Melalui jaringan komando per klaster Tagana, diketahui semua Tagana selamat. Setelah reda gempa-gempa yang terjadi, Tagana segera bergerak memberikan peringatan untuk perlindungan diri dan keluarga di berbagai pelosok sesuai dengan area tugasnya, termasuk memberitahu bahwa gempa tidak berpotensi tsunami. Belum dapat diketahui dampak kerusakan dari gempa yg berturut turut sampai lima kali terjadi malam ini.