Jelang pertemuan tahunan IMF-World Bank Oktober 2018 mendatang, Pemerintah terus menyiapkan diri sebaik-baiknya, supaya agenda yang sudah terjadwal tersebut dapat berjalan lancar. Selain menyiapkan infrastruktur untuk para pejabat dan tamu, persiapan yang mendukung kelancaran kegiatan tersebut juga dilakukan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkuat layanan cuaca di empat bandara yang akan menopang kegiatan. Empat bandara tersebut masing-masing Bandara Ngurah Rai-Bali, Bandara Banyuwangi, Bandara Sultan Hasanudin-Makassar, Bandara Juanda-Surabaya.

Di samping empat bandara tersebut, BMKG juga memasang dua radar maritim di Pelabuhan Banyuwangi dan Pelabuhan Labuan Bajo, NTT. Alat itu berfungsi untuk memonitor kondisi gelombang laut di pelabuhan penyeberangan tersebut.

Di keempat bandara tersebut, BMKG menambah peralatan pemantauan kondisi cuaca tekanan udara, temperatur udara, kecepatan dan arah angin, serta jarak pandang. Penambahan alat tersebut guna meningkatkan akurasi prakiraan cuaca bandara untuk menunjang keselamatan penerbangan. Diperkirakan akan ada 100 pesawat delegasi IMF-World Bank yang datang ke Indonesia, Bali khususnya. Adapun jumlah keseluruhan peserta IMF-World Bank Annual Meeting 2018 mencapai 18.000 orang.

“Seluruh peralatan dioperasionalkan di empat bandara tersebut untuk menunjang lalu lalang pesawat delegasi IMF-World Bank 2018,” ungkap Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati di Bali, Senin (27/8).

Dwikorita menerangkan peralatan yang dipasang antara lain, AWOS kategori III di kedua ujung landasan pacu dan di tengah runway, LIDAR 3D untuk memantau sebaran abu vulkanik dan wind profiler untuk mendeteksi potensi terjadi wind shear di sekitar wilayah bandara, serta client radar untuk meningkatkan akurasi informasi cuaca.

Menurut Dwikorita, data meteorologi sangat vital dalam operasional penerbangan. Data tersebut menjadi acuan saat pembuatan flight plan (rencana penerbangan-red) guna menjaga keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penerbangan.

Dwikorita memperkirakan pergerakan pesawat dari dan menuju ke Bali meningkat berkali lipat selama pertemuan internasional tersebut. Oleh karena itu, tambah dia, peran BMKG dalam menyediakan informasi cuaca sangat dibutuhkan guna menjamin kelancaran lalu lintas penerbangan.

“Acara ini sangat penting bagi Indonesia dan menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk mempromosikan berbagai destinasi wisata potensial. Penambahan peralatan ini sebagai bentuk dukungan BMKG guna kesuksesan penyelenggaraan IMF-World Bank Annual Meeting 2018,” imbuhnya.