“Kita harus melangkah maju. Semuanya tepat waktu, dan momen Asian Games bukti kesanggupan Indonesia menjadi tuan rumah. Untuk itu, persiapan infrastruktur, penyiapan atlet kontingen Indonesia, dan pengaturan transportasi adalah hal yang sangat penting.”

Itulah pesan Presiden Jokowi yang disampaikan dalam sebuah rapat terbatas, 24 Oktober 2016 lalu, yang membahas persiapan Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games 2018.

Salah satu kemajuan persiapan infrastruktur Asian Games XVIII, adalah penyelesaian pembangunan dan renovasi venue olahraga di kompleks Gelora Bung Karno (GBK), serta pembangunan Wisma Atlet Kemayoran Jakarta dan Jakabaring Palembang.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyatakan optimis bahwa pembangunan dan renovasi venue olahraga dan pembangunan Wisma Atlet Kemayoran akan selesai tepat waktu pada Oktober 2017 nanti. Menurutnya, target penyelesaian pembangunan dan renovasi infrastruktur pendukung Asian Games XVIII-2018 yang dilakukan oleh Kementerian PUPR masih sesuai jadwal, bahkan beberapa venue sudah dapat selesai Juni 2017.

Sejumlah venue olahraga yang dapat selesai lebih cepat pada Juni 2017 yakni renovasi aneka lapangan (hoki dan sepakbola ABC).  Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengembangan Pelaksanaan Penataan Bangunan Strategi 3 Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR Anggoro Putro mengungkapkan saat ini progres fisik konstruksi pekerjaannya mencapai 95 persen dengan total biaya sebesar Rp86 miliar dan telah siap untuk tes pra event pada bulan November 2017.

“Lapangan sepak bola ABC dan Hoki Ini merupakan proyek pertama yang akan diselesaikan dibandingkan proyek lainnya di sini.  Stadion utama dan aquatic akan diselesaikan pada bulan Oktober 2017 mendatang,”  kata Anggoro di Jakarta, Jumat (19/5).

Menurutnya, venue Lapangan Sepak Bola ABC terdiri dari 3 unit lapangan yakni 2 buah lapangan dengan menggunakan rumput natural dengan jenis Zoysia Japonica (lapangan A) dan Zoysia Matrella (lapangan B) yang merupakan jenis rumput khas Indonesia yang dikembangkan di Solo oleh ahli bidang perumputan. Sedangkan Lapangan C menggunakan rumput sintetis. “Spesifikasi lapangan ini telah mengacu pada standar kualitas dari Federation International Football Assosiasion (FIFA),” ungkapnya.

Sedangkan untuk Lapangan Hoki sendiri menggunakan rumput sintetis yang didatangkan dari tempat produksinya di Australia yang memenuhi standar International Hockey Federation (FIH). Untuk pemenuhan standar internasional, sertifikat akan keluar pada Bulan September 2017 mendatang sebelum test event digelar.

“Mengingat sebuah venue olahraga harus memiliki sertifikat internasional untuk layak digunakan dalam penyelenggaraan pertandingan internasional, maka  pada hari Rabu, 17 Mei 2017 mulai dilakukan proses sertifikasi oleh lembaga sertifikasi Internasional yang ditunjuk oleh FIH pada venue Lapangan Hoki Gelora Bung Karno,“ paparnya.

“Untuk rumput sintetis yang kita gunakan, tingkat kehalusannya sangat tinggi sehingga risiko pemain untuk cedera karena faktor lapangan sangat kecil, “ tambahnya.

Selain itu menurutnya, diperlukan ketelitian, kehati-hatian, serta keakuratan dalam pemasangan rumput termasuk penguatan lapisan tanahnya dengan selalu memperhatikan sistem drainasenya. “Alhamdulillah, melalui pengamatan CCTV yang kita pasang maupun dari  pengamatan lainnya, kita pastikan aman dari genangan air,” tandasnya.