Salah sektor kerjasama yang akan dikembangkan adalah dalam hal ketahanan pangan, termasuk untuk membantu Indonesia dalam pembiakan sapi

Kerjasama Indonesia-Australia dalam berbagai bidang mengalami pasang surut dalam satu dekade terakhir. Untuk meningkatkan kerjasama antar kedua negara, Presiden Jokowi mengundang Perdana Menteri Australia, Malcolm Turnbull datang ke Indonesia.

Pertemuan antara Presiden Jokowi dan PM Turnbull membicarakan peningkatan kerjasama antar kedua negara dalam bidang perdagangan, investasi, dan pariwisata.

“Tadi saya menyampaikan bahwa investasi terutama infrastruktur di Indonesia membuka diri untuk investor-investor dari Australia, dan juga di bidang pembiakan sapi,” kata Presiden dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (12/11).

Presiden Jokowi meminta agar Perdana Menteri Australia Turnbull bisa mendorong investasi pembiakan sapi di Nusa Tenggara Timur (NTT) maupun di Nusa Tenggara Barat (NTB). Kemudian di bidang digital ekonomi, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa Indonesia mempunyai potensi yang besar.

“Ada potensi 13 miliar dollar AS di bidang digital ekonomi di tahun 2015, dan nanti di tahun 2020 akan ada potensi 130 miliar dollar AS. Dan kami mengajak agar investor Australia juga bisa masuk ke bidang ini,” ucap Presiden Jokowi.

Dalam penguatan kerja sama di bidang radikalisme dan terorisme. Presiden Jokowi mengatakan dirinya mengajak Australia untuk bertukar informasi di bidang intelejen yang berkaitan dengan radikalisme dan terorisme.

Nilai investasi Australia di Indonesia mencapai 647,3 juta dolar AS sedangkan nilai investasi Indonesia di Australia sebesar 13 juta dolar AS. Nilai perdagangan tercatat 10,6 miliar dolar AS. Dalam sektor pariwisata, jumlah wisatawan Indonesia ke Australia sebanyak 68.119 orang dan sebaliknya jumlah wisatawan Australia ke Indonesia mencapai 1.098.989 orang.

Presiden Jokowi mengatakan, sektor kerjasama yang mungkin dikembangkan adalah di bidang investasi infrastruktur dan konektivitas, serta ketahanan pangan. Di samping itu, Presiden juga mengusulkan untuk dilakukan promosi bersama agar dapat lebih meningkatkan lagi kunjungan wisatawan di kedua negara.

Dalam persoalan pangan, Presiden Jokowi meminta Australia untuk membantu Indonesia dalam pembiakan sapi. Seperti diketahui, Australia merupakan Negara utama pemasok daging sapi untuk kebutuhan di Indonesia. Sementara itu, Presiden Jokowi tengah mendorong program pengembangan pembiakan sapi di NTT dan NTB.

Untuk mendorong keberhasilan program pengembangan pembiakan sapi di kedua wilayah ini, Presiden Jokowi telah meluncurkan angkutan kapal khsusus ternak untuk memudahkan arus distribusi sapi ke daerah yang membutuhkan. Dengan adanya angkutan kapal khusus ternak ini maka akan memberikan efek terhadap menurunnya harga sapi di tingkat konsumen.