Indonesia baru saja terpilih menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB untuk periode 2019-2020. Hal ini merupakan kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat internasional kepada Indonesia yang memperoleh 144 suara dari 190 negara anggota PBB.

“Baru saja Menteri Luar Negeri melaporkan kepada saya mengenai hasil dari pemilihan anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB. Alhamdulillah, perolehan suara yang sangat signifikan dari pemilihan tersebut, yaitu 144 suara dari 190 suara yang diperebutkan. Indonesia terpilih menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB untuk periode 2019-2020,” ujar Presiden Joko Widodo dalam pernyataan resminya di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa, 12 Juni 2018.

Presiden menyebutkan bahwa keberhasilan ini merupakan kerja keras para diplomat Indonesia selama ini dan dukungan yang diberikan oleh para negara sahabat.

“Perolehan ini merupakan hasil kerja keras dalam jangka panjang dari diplomat-diplomat kita, diplomat-diplomat Indonesia. Juga dari setiap pertemuan kita dengan kepala negara, dengan kepala pemerintahan dan dengan negara-negara sahabat, kita selalu mengangkat isu pencalonan Indonesia di Dewan Keamanan PBB dan selalu meminta dukungan dari negara-negara sahabat,” kata Presiden.

Untuk diketahui, sebelum berhasil meraih puncak pencapaian di Dewan Keamanan PBB ini, Indonesia telah melakukan kampanye dan diplomasi sejak 2016 lalu. Hal ini sejalan dengan prioritas politik luar negeri Indonesia yang ingin menjaga perdamaian dan meningkatkan peran Indonesia di ranah global.

Terkait hal itu, Kepala Negara mengatakan bahwa kampanye yang dilakukan Indonesia dilakukan dengan tidak menghamburkan uang dan lebih mengedepankan rekam jejak Indonesia dalam pergaulan internasional.

“Kampanye Indonesia ini dilakukan dalam jangka yang panjang, dilakukan secara bersih, tidak menghamburkan uang, dan lebih mengedepankan rekam jejak kita, rekam jejak Indonesia, dan visi Indonesia untuk Dewan Keamanan PBB,” ucapnya.

Dengan masuknya Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB, Indonesia nantinya akan memiliki kekuatan tersendiri dan memiliki keterlibatan dalam tiap perumusan kebijakan Dewan Keamanan PBB.

Faktor Penentu Terpilihnya Indonesia sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB

Terpilihnya Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB untuk periode 2019-2020 ini merupakan kepercayaan internasional untuk yang keempat kalinya bagi bangsa ini. Merujuk laman Dewan Keamanan PBB, Indonesia sebelumnya pernah mendapatkan kepercayaan serupa pada 1973-1974, 1995-1996, dan 2007-2008.

Sejumlah hal menjadi pendorong bagi Indonesia untuk mendapatkan dukungan kali ini dengan 144 suara dari 190 negara anggota PBB. Faktor pertama ialah kondisi dari dalam negeri Indonesia itu sendiri yang dinilai demokratis, stabil, dan damai.

“Beberapa hal yang menyumbang kemenangan Indonesia antara lain yang pertama, kondisi dalam negeri Indonesia yang demokratis, stabil, dan damai. Kondisi dalam negeri Indonesia ini memiliki kontribusi yang besar dalam kemenangan ini,” kata Presiden Joko Widodo saat memberikan pernyataannya di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa, 12 Juni 2018.

Selanjutnya, rekam jejak Indonesia dalam pergaulan internasional turut mendapatkan tempat tersendiri. Kontribusi diplomasi Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia selama ini telah berandil besar dalam pencapaian ini.

“Yang kedua, rekam jejak dan kontribusi diplomasi Indonesia dalam turut menjaga perdamaian dunia,” tutur Presiden.

Selain itu, Presiden Joko Widodo menyebut bahwa independensi politik luar negeri Indonesia dan peranan Indonesia dalam menjembatani perbedaan-perbedaan di negara konflik sekalipun juga menjadi penentu bagi keberhasilan Indonesia.

“Yang ketiga, independensi politik luar negeri Indonesia, netralitas politik luar negeri Indonesia. Dan yang keempat, peran Indonesia dalam menjembatani perbedaan-perbedaan yang ada termasuk di negara-negara yang dilanda konflik,” ucapnya.

Setelah tergabung dalam anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB, setidaknya Indonesia akan memberikan empat prioritas dalam keanggotaannya. Presiden berujar, pertama, Indonesia ingin mengedepankan penyelesaian konflik dengan cara-cara damai. Kedua, Indonesia juga mendorong hubungan yang lebih erat antara organisasi-organisasi kawasan dengan Dewan Keamanan PBB.

“Kita ingin memperkuat ekosistem perdamaian dan stabilitas dunia dengan memperkuat budaya penyelesaian konflik secara damai. Kemudian kita ingin memperkuat sinergi antara organisasi kawasan dan Dewan Keamanan PBB,” ujarnya.

Selain itu, Indonesia juga akan menawarkan pendekatan yang lebih menyeluruh dalam menangani kejahatan lintas batas, termasuk kejahatan terorisme yang menjadi masalah bersama negara-negara di dunia.

“Kita ingin meningkatkan pendekatan komprehensif dalam menangani kejahatan lintas batas termasuk di dalamnya terorisme. Serta kita ingin menyinergikan upaya menciptakan perdamaian dengan pencapaian agenda pembangunan 2030,” tandasnya.

Turut hadir mendampingi Presiden, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno.