Foto: Setkab RI

Sebagai kepala negara, Presiden Jokowi melakukan kunjungan kerja perdana yang populer disebut blusukan ke Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Presiden mendengar keluhan para pengungsi yang menjadi kurban erupsi Gunung Sinabung. Kunjungan ini dilakukan pada 29 Oktober 2014, dengan tujuan untuk memberikan kepastian relokasi hunian bagi warga yang terdampak oleh letusan gunung tersebut.

Selain menyelesaikan persoalan-persoalan yang menghambat relokasi –antara lain masalah penggantian lahan– Presiden juga memberikan bantuan tunai kepada setiap kepala keluarga, serta membagikan Kartu Keluarga Sejahtera, Kartu Indonesia Sehat, dan Kartu Indonesia Pintar.

Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Minggu (27/10), pengungsi akibat dampak erupsi Gunung Sinabung berjumlah 1.018 KK yang terdiri dari 3.284 jiwa. Mereka kini ditempatkan di 12 titik pengungsian.

Mereka merupakan warga Desa Sukameriah, Berastepu, Gamber, Bekerah, dan Simacem yang berada di radius 5 kilometer dari kawah Gunung Sinabung. BNPB sudah merekomendasikan agar warga dari kelima desa ini segera direlokasi mengingat ketidakpastian kapan erupsi gunung berapi ini akan berakhir, sementara warga memerlukan kepastian untuk menyambung kehidupan mereka.