Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ibu Negara Iriana meninjau pembangunan jalan di wilayah Desa Kenyam, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua (31/12). Jalan inilah yang akan menghubungkan Nduga dan Wamena. Presiden Jokowi berharap pembangunan jalan tersebut dimaksudkan agar Kabupaten Nduga yang termasuk zona merah atau belum stabil kondisi keamanannya akan menjadi lebih terbuka.

‎”Membuka jalan, jalan-jalan harus tembus semuanya. Distribusi barang harus masuk dan harga pasti jauh lebih murah,” kata Presiden. Ditegaskan Presiden, untuk menstabilkan keamanan suatu wilayah, dapat juga dilakukan melalui pendekatan pembangunan dan pendekatan kesejahteraan, tidak melulu melalui pendekatan keamanan.

Presiden Jokowi menyampaikan bahwa pada tahun 2016 ini, jalan dari Wamena ke Nduga harus sudah tembus. Untuk itu, pengerjaan jalan ini melibatkan Kementerian PU dan Perumahan Rakyat, dan TNI.‎ “Tahun 2018, seluruh kabupaten yang ada di Papua harus tembus,” tegas Presiden.

Dalam kesempatan itu Presiden Jokowi juga menyampaikan, selain dibangun jalan tembus menuju Wamena, di wilayah Nduga juga akan dibuka pelabuhan besar Mumugu. Dengan dibukanya pelabuhan besar ini, maka logistik dan material dari dan ke Mumugu ini akan didistribusikan menggunakan jalur darat yang telah menembus semua kabupaten di Papua.

Presiden meyakini, dengan adanya pelabuhan dan jalan yang sudah tembus, maka harga-harga barang di Papua pasti akan segera turun.

Perjalanan Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo bersama rombongan dari Wamena menuju Desa Kenyam, Kabupaten Nduga itu ditempuh ‎selama 2 jam dengan berganti moda transportasi dari Hercules VVIP A 1314 dan Heli Super Puma TNI AU.