Dalam kunjungan ke Kalimantan Barat, 2 Juni, Presiden Joko Widodo melakukan 3 langkah besar untuk menambah pasokan listrik.

Pertama, melanjutkan pembangunan pembangkit listrik yang mangkrak  sekitar 7 tahun dan telah menghabiskan dana kurang lebih Rp 1,5 triliun. Kedua, melakukan groundbreaking Mobile Power Plant (MPP) Kalimantan Barat berkapasitas 4×25 MW Program 35.000 MW. Ketiga, peresmian Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Ketapang berkapasitas 2×10 MW, di Mempawah, Kalimantan Barat.

Presiden menginstruksikan Dirut PLN agar menyelesaikan proyek tersebut. Lokasi proyek mangkrak itu berada tepat di sebelah proyek Mobile Power Plant (MPP) Kalimantan Barat berkapasitas 4×25 MW.

Presiden bertekad melanjutkan dan menyelesaikan proyek tersebut mengingat dana besar sudah dikeluarkan. “Kenapa sore hari ini saya ke lokasi ini? Yang pertama, saya mendengar ada power plant yang mangkrak 7 sampai 8 tahun. Saya juga ingin melihat perkembangan pembangunan mobile power plant yang kita harapkan bulan September bisa diselesaikan,” ujar Presiden membuka sambutannya.

“Tujuh tahun belum ada manfaatnya. Coba bayangkan, habisnya Rp 1,5 triliun. Setiap persoalan itu harus diselesaikan. Saya perintahkan kepada Dirut PLN harus selesai. Janji Pak Dirut Desember nanti selesai,” tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menuturkan, pembangunan pembangkit lainnya, MPP Kalimantan Barat berkapasitas 4×25 MW, diharapkan selesai pada September tahun ini. Selesainya MPP Kalimantan Barat tersebut menurutnya akan memberikan pasokan listrik tambahan yang sangat banyak.

Presiden kembali mengingatkan agar segala proyek pembangunan dikerjakan  sungguh-sungguh, mengingat dirinya akan memeriksa kondisi sebenarnya di lapangan.

“Saya hanya ingin titip pesan bahwa bekerja dengan saya pasti akan saya periksa. Saya datang ke tempat yang ada persoalan. Dan persoalan itu harus diselesaikan. Ini uang negara, ini uangnya rakyat,” tegasnya.

Terkait dengan proyek kerja sama antara ANTAM dengan sebuah perusahaan negara lain, Presiden menyampaikan, proyek tersebut akan berbasis di Mempawah dan diharapkan menambah nilai tambah bagi rakyat Mempawah dan juga negara.

“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pembangunan MPP dan peresmian PLTU Ketapang saya nyatakan dimulai,” tutupnya.