JAKARTA – Tema terkait penyelenggaraan Asian Games 2018 sudah beberapa kali diangkat di Forum Merdeka Barat 9 (FMB’9). Sebelumnya, FMB’9 mengangkat tema persiapan Asian Games 2018, dengan ruang lingkup, tidak hanya sukses penyelengaraannya, tapi juga sukses prestasi.

Demikian disampaikan Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Dirjen IKP Kemkominfo) R. Niken Widiastuti di Diskusi Media (Dismed) FMB’9 yang dihelat di Ruang Djunaedi Hadisumarto 2-4, Gedung Saleh Afif, Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Minggu, 29 Juli 2018.

“Kali ini, FMB’9 mengangkat tema ’Memaksimalkan Manfaat Asian Games 2018 untuk Indonesia’. Kita akan membedah sejumlah potensi ekonomi domestik dan bergeraknya sektor riil di sejumlah wilayah seperti Jakarta, Palembang, Jabar dan Banten,” kata Niken.

Perhitungan Ekonomi Bappenas

“Kenapa Bappenas secara khusus menghitung dampak ekonomi Asian Games? Ini bentuk akuntabilitas dari pemerintah kepada masyarakat. Karena sudah hampir 60 tahun Indonesia baru menjadi tuan rumah lagi sejak tahun 1962 dan Asian Games juga event internasional terbesar yang pernah kita selenggarakan. Kenapa penting? Karena biasanya akan muncul infrastuktur baru, dan sejak tahun 1962 sudah bisa menjelaskan kenapa kita punya GBK Senayan dan TVRI. Itu adalah dampak dari Asian Games 1962.”

Demikian paparan awal Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro dalam Forum Merdeka Barat (FMB) 9 dengan tema ‘Memaksimalkan Manfaat Asian Games 2018 untuk Indonesia’ bertempat di Ruang Djunaedi Hadisumarto 2-4, Gedung Saleh Afif, Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Minggu, 29 Juli 2018.

Kepala Bappenas menambahkan bahwa kegiatan ini bukan hanya kegiatan olahraga semata. Pasti ada kesempatan kerja, usaha dan proporsi, dan penciptaan nilai tambah ekonomi. “Kita harapkan setelah Asian Games prestasi olahraga kita semakin baik, masyarakat semakin rajin untuk berolahraga, dan mudah-mudahan dalam semau aspek hidup masyarakat jadi lebih sportif,” tukasnya.

Menurutnya, Asian Games ada 45 negara yang akan berpartisipasi. Lalu ada 462 pertandingan yang akan menyerap sekitar 2 juta penonton. Sedangkan perhitungan asumsi lama tinggal atlet selama 12 hari dan 12 hari untuk official. Sementara wartawan dari berbagai media nasional dan internasional selama 14 hari, dan lama tinggal wisatawan mancanegara selama 6 hari, dan wisatawan nusantara menginap setidaknya 1 hari baik yang di Jakarta maupun Palembang.”Persebaran peserta dan pengunjung untuk Jakarta 70% dan Palembang 30%,” papar Bambang lagi.

Bambang menjelaskan juga tahap persiapan dari tahun 2015 sampai tahun 2018 itu adalah fase konstruksi, operasional acara, dan pengeluaran pengunjung. “Dampak langsung artinya uang dikeluarkan untuk membangun LRT Palembang itu akan dihitung sebagai dampak langsung terhadap ekonomi kota Palembang. Dari eksternal atau pengunjung itu akan dihitung dari wisman. Lalu dampak ekonomi tidak hanya dihitung secara langsung tapi juga tak langsung, atau efek menetes ke bawahnya terhadap perekonomian adalah denganmenciptakan lapangan kerja, pertumbuhan ekonomi, dan memperbaiki pendapatan masyarakat,” jelasnya.

Dampak Ekonomi untuk DKI Jakarta

Bambang memaparkan dampak langsung terhadap ekonomi DKI Jakarta dapat mencapai Rp 22,0 T. Sedangkan untuk investasi konstruksi (2016-2018) Rp13,7 Triliun.Tambahan jumlah pengunjung dari luar DKI Jakarta 408.400 orang.”Intinya daerah DKI Jakarta akan naik 5,76% wisman, dan wisatawan domestik 1,42%,” tambahnya lagi.

Sedangkan dampak ekonomi tidak langsung DKI Jakarta yaitu akan meningkatkan PDB Jakarta sebesar 0,34% dengan nilai tambah Rp 6 Triliun.”Periode 2015-2018 penambahan PDB (rill) DKI Jakarta sebesar Rp 14 Triliun yang didorong oleh peningkatan investasi , belanja pemerintah, dan konsumsi rumah tangga. Masih ditambah lagi dengan penambahan jumlah kesempatan kerja selama 2015-2019 DKI Jakarta dari Asian Games sebesar 57.300 orang. Maka tambahan output ekonomi DKI Jakarta sebesar Rp 40,6 Triliun. Kemudian beberapa sektor di Jakarta yang akan terkena dampak ekonomi positif dari Asian Games adalah rekreasi dan hiburan sebesar 26,10%. Penyiaran sebesar 2,81%. Konstruksi sebesar 0,51%. Hotel naik sebesar 2,17%,” papar Bambang.

Dampak Ekonomi untuk Sumsel

Lalu bagaimana Sumsel? Menurut Bambang, dampak langsung eknomi di Sumsesl mencapai Rp 18,5 T. Untuk tambahan wisatwan dari luar Palembang sebanyak 175.029 orang. Karena itu wisman di Palembang akan naik 68,69%.”Dengan adanya Asian games PDB Sumsel naik 0,47% atau Rp1,4 Triliun. Penambahan PDB rill Sumsel 2015-2018 sebesar Rp 4,2 Triliun. Lalu jumlah kesempatan kerja selama 2015-2019 dari Asian Games sebesar 51.500 orang dan output perekonomian Sumsel saat Asian Games bertambah Rp 11,1 Triliun. Sedangkan beberapa sektor yang akan meningkat pesat di Sumsel yaitu rekreasi dan hiburan sebesar 34,92%. Hotel sebanyak 7,57%. Konstruksi naik 1,83%.

“Dari persentase dampak ekonomi Palembang memang lebih besar dari DKI Jakarta akibat Asian Games 2018. Kita harapkan Asian games akan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya,” tegas bambang.

Menurutnya, sebelum pelaksanaan Asian games, promosi untuk menonton Asian Games harus diperkuat terutama di luar negeri. “Kita ingin Asian Games menjadi tontonannya orang asia. Mereka akan melihat apakah negara saya lebih superior dibanding negara lain. Ini yang mesti dijual. Kita harus memastikan untuk menjadi tuan rumah yang baik,” tukasnya lagi.

Terakhir, Bambang mengingatkan bahwa pentingnya kita meningkatkan utilisasi/aset fisik paska penyelenggaraan Asian Games 2018.”Langkah selanjutnya Bappenas adalah pendalaman dan penyempurnaan analisis dampak ekonomi pelaksanaan Asian Games melalui pelaksanaan survei (dilaksanakan selama Asian Games berlangung) dan pemanfaatan big data (menggunakan mobile positioning data). Selanjutnya akan kita laporkan lagi setelah pelaksanaan Asian Games berakhir,” jelas Bambang menutup paparannya.

Target 170 ribu Wisatawan Mancanegara 

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memperkirakan pemasukan dari belanja atlet, official dan penonton mancanegara sekitar US$230 juta (Rp3 triliun) selama event Asian Games 2018. Jumlah wisatawan mancanegara tersebut berasal dari 170 orang peserta dan penonton.

“Target Wisman sebanyak 170.000 orang terdiri dari atlet 10.000, official 5.000, media 5.000, penonton 150.000,” ungkap Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Demikian disampaikan Arief Yahya dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 dengan tema “Memaksimalkan Manfaat Asian Games 2018 untuk Indonesia” bertempat di Ruang Djunaedi Hadisumarto 2-4, Gedung Saleh Afif, Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Minggu (29/7/2018).

Dipaparkan Menpar, diperkirakan pendukung delegasi Asian Games terbanyak berasal dari Malaysia 45.148, Singapura 30.813 dan China 26.605. Itu belum termasuk jumlah atlet dan official.

Dari perhitungan Kemenpar, devisa dari penonton disumbang dari 150.000 orang dengan belanja selama 18 hari sebesar US$1.200 sehingga devisa yang diharapkan mencapai US$180 juta. Lalu pengeluaran official 20.000 orang dengan pengeluaran selama 18 hari US$2.500 sehingga total belanja diperkirakan US$50.000.000. Alhasil total yang diharapkan dari wisatawan mancanegara mencapai US$ 230.000.000 (kurang lebih Rp3 triliun).

“Pengeluaran tersebut berasal biaya hotel, wisma atlet, transportasi, makan minum, souvenir dan lainnya,” jelasnya.

Turut hadir dalam FMB 9 kali ini adalah Menteri Pariwisata Arief Yahya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno, Kepala Bappeda Pemprov Sumsel Ekowati Retnaningsih, dan Direktur Media Inasgoc Danny Buldansyah.