PADANG – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus berupaya meningkatkan kelancaran, kenyamanan dan keselamatan para pemudik Lebaran dan pengguna jalan selama masa liburan Idul Fitri 1438 ini.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, tidak hanya di jalur Pantai Utara Jawa yang tetap menjadi primadona pemudik karena konsentrasi penduduknya, Kementerian PUPR juga menyiapkan jalur-jalur lainnya di Sumatera, Kalimantan, Bali dan Sulawesi.

Untuk wilayah Sumatera Barat (Sumbar) dan Bengkulu, Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) III Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga Syaiful Anwar mengatakan kondisi jalan nasional lintas barat Sumatra, terutama ruas Bengkulu – Sumbar dalam kondisi baik, sehingga bisa dilalui sebagai jalur mudik Lebaran tahun 2017 ini, kondisi jalan di dua provinsi itu mendekati 90% hingga semester pertama tahun 2017.

“Secara umum, kondisinya bagus. Untuk Sumbar kondisinya 89% dan Bengkulu 87%. Nanti di akhir tahun di Sumbar mencapai kondisi 92,4% dan Bengkulu 94%,” kata Syaiful saat memantau kondisi jalur mudik di Sumbar baru-baru ini.

Total, keseluruhan jalan di bawah BPJN III yakni sepanjang 1.444,48 km di wilayah Sumbar, dan 739 km wilayah Bengkulu. Memasuki H-6 Lebaran, perbaikan di sejumlah ruas di Sumbar, hanya dilakukan penanganan longsor dan penutupan lubang, serta dengan penempatan personel di posko-posko siaga jalur mudik.

“Kami memobilisasi 16 posko Siaga Sapta Taruna di Sumbar dan 9 posko di Bengkulu. Posko tersebut dilengkapi dengan informasi rawan longsor, alat berat, serta petugas juga,” katanya.

PENANGANAN LONGSOR JALUR BUKIT TINGGI-PEKANBARU

Syaiful mengatakan untuk kerusakan jalan akibat longsor pada ruas Bukittinggi – Pekanbaru KM 185, tepatnya di Pangkalan, Kabupaten Limapuluh Kota, pada hari Senin (19/6) telah dapat ditanggulangi. Jalan tersebut amblas pada tanggal 9 Juni 2017, sehingga harus mengorbankan satu lajur kendaraan dan menimbulkan sedikit gangguan bagi pengguna jalan yang melewati rute tersebut.

Saat ini, telah dilakukan penambahan lajur pada sisi lainnya sehingga di lokasi tersebut kembali dapat dilalui dengan dua lajur. “Sudah 2 lajur kendaraan yang lewat, namun masih prime coat saja, belum diaspal,” tambah Syaiful.

Untuk penanganan permanen berupa penimbunan, pengecoran akan dilakukan setelah masa lebaran usai. Ditambahkan untuk ruas jalan Bukit Tinggi-Lubuk Sikaping-Ranjau Batu-Batas Provinsi Sumut juga siap menghadapi mudik lebaran.