JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus memacu progres fisik maupun penyerapan anggaran tahun ini. Hingga 6 Juli 2017, realisasi keuangan telah mencapai Rp 33,052 triliun atau 31,5 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2017 yang diterima sebesar Rp 104,7 triliun. Sementara untuk realisasi fisik di lapangan telah mencapai 35,13 persen.

Progres fisik maupun penyerapan anggaran tersebut terlaksana lebih baik dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu, yaitu sebesar Rp 30,2 triliun atau 30,8 persen dari Rp 98,19 triliun sedangkan realisasi fisiknya sebesar 34,72 persen.

“Dibandingkan dengan tahun sebelumnya persentasenya sedikit meningkat namun secara keuangan perbedaannya cukup besar mencapai Rp 3 triliun,” tutur Menteri PUPR Basuki Hadimuljono usai penyelenggaraan Halal Bihalal bersama Mitra Kerja PUPR di Auditorium Kementerian PUPR, Kamis (6/7).

Dari Rp 33,052 triliun tersebut, penyerapan terbesar merupakan belanja modal untuk pembangunan infrastruktur yang dilakukan oleh empat Direktorat Jenderal (Dirjen) dengan alokasi dana terbesar, yaitu Bina Marga, Sumber Daya Air (SDA), Cipta Karya (CK) dan Penyediaan Perumahan (PnP). Penyerapan keempat Ditjen tersebut semuanya telah diatas target yang direncanakan.

Menteri Basuki mengatakan untuk mencapai target penyerapan, dirinya telah menginstruksikan percepatan pembangunan infrastruktur dengan pengerjaan hingga 3 shift kerja, penambahan alat, material dan tenaga kerja. Pengawasan pekerjaan juga dilakukan langsung untuk memastikan pekerjaan berjalan dengan baik dan sesuai target yang telah direncanakan.

Pada acara halal bihalal tersebut dihadiri oleh pejabat tinggi Madya dan Pratama di lingkungan Kementerian PUPR serta mitra kerja, antara lain Direktur Utama PT Jasa Marga Desi Arryani, Direktur Utama PT. Hutama Karya Ngurah Putra, Direktur Utama PT Waskita M. Choliq, Ketua DPP REI Solaeman Sumadinata dan Sekjen Gapensi Andi Rukman Karumpa.

“Tantangan kita pada tahun 2018 akan lebih berat, karena harus menunjukkan kinerja yang lebih baik dari 2017. Sebagai contoh, jalur darurat Brebes – Gringsing harus sudah berubah menjadi tol yang fungsional bahkan hingga Semarang. Secara keseluruhan, saya mengapresiasi pelaksanaan mudik tahun 2017 ini yang dikerjakan secara bersama-sama. Kami sadar bahwa tanpa dukungan dan peran mitra kerja, tidak mungkin kita meraih hasil seperti ini” tegas Menteri Basuki.

Pada tahun 2017, Kementerian PUPR mempunyai 4 fokus utama pekerjaan yang harus diselesaikan, yakni percepatan penyelesaian program strategis prioritas 2017, mempersiapkan jalur mudik lebaran 2017, penyelesaian PSN Infrastruktur bidang PUPR dan penyelesaian tugas khusus untuk pembangunan infrastruktur/venues mendukung Asian Games XVIII 2018 dan pembangunan infrastruktur jalan mendukung persiapan penyelenggaraan Annual Meeting IMF-World Bank 2018.