JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pastikan venue Lapangan Hoki Gelora Bung Karno memenuhi persyaratan penyelenggaraan olahraga internasional yang disyaratkan oleh organisasi induk cabang olahraga pasca dikeluarkannya Sertifikat oleh International Hockey Federation (FIH) tertanggal 17 Mei 2017. Sertifikat ini berlaku selama 3 tahun dan akan ditinjau ulang pada tahun 2020.

Lapangan hoki menjadi salah satu infrastruktur yang paling awal selesai dimana sejak awal proses pembangunannya telah mengikuti standar induk cabang olahraga hoki internasional, International Hockey Federation (FIH), sehingga proses sertifikasi menjadi lebih mudah dan cepat dari target semula di bulan September 2017.

Salah satu syarat sebuah venue olahraga dapat digunakan untuk ajang pertandingan internasional adalah harus memiliki sertifikat internasional yang dikeluarkan oleh induk cabang olahraga. Oleh karena itu, sejak awal Mei 2017 mulai dilakukan proses sertifikasi venue Lapangan Hoki Gelora Bung Karno oleh lembaga sertifikasi Internasional yang ditunjuk oleh FIH.

Faktor-faktor yang menjadi perhatian dalam proses sertifikasi Lapangan Hoki Gelora Bung Karno adalah :
1. Kemiringan Lapangan;
2. Evenness (Kerataan permukaan);
3. Dimension (Ukuran lapangan);
4. Ball Rebound (Pantulan bola);
5. Ball Roll and Deviation;
6. Penyerapan / Tes Resapan;
7. Irrigation / Watering untuk sistem Rain Gun;
8. Product Sample Identification

Dengan keluarnya sertifikat tersebut, Lapangan Hoki Gelora Bung Karno dipastikan siap untuk penyelenggaraan Asian Games XVIII tahun 2018 mendatang.

Lapangan Hoki di Gelora Bung Karno menggunakan rumput sintetis yang didatangkan dari tempat produksinya di Australia. Rumput ini memiliki tingkat kehalusan yang sangat tinggi sehingga akan dapat mengurangi resiko cidera pemain.

Untuk memasang rumput di Lapangan Hoki diperlukan ketelitian, kehati-hatian, serta keakuratan termasuk penguatan lapisan tanahnya dengan selalu memperhatikan sistem drainasenya. Demi memastikan keamanan rumput di lapangan tersebut dari genangan air telah dilakukan pengamatan dengan menggunakan CCTV dan pengamatan lainnya.

Selain venue, Kementerian PUPR juga menyiapkan wisma atlet di Kemayoran yang konstruksinya telah mencapai lebih dari 97 persen. Setelah konstruksi wisma atlet selesai, Kementerian PUPR juga akan melengkapi bangunan tersebut dengan berbagai fasilitas pendukung seperti meubelair tempat tidur, meja dan kursi, pendingin udara serta pemanas air, agar para atlet bisa tinggal dengan nyaman selama ajang Asian Games 2018 berlangsung. Berbagai fasilitas pendukung tersebut telah memenuhi standar dari Internasional Olympic Committee (IOC).

Setelah ajang olah raga tersebut selesai Wisma atlet akan menjadi Rusun yang dimanfaatkan untuk tempat tinggal masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dengan sistem sewa. Sebagai informasi, Kementerian PUPR membangun sebanyak 10 tower wisma atlet yang terdiri dari 7426 unit. Keseluruhan unit tersebut diperkirakan dapat menampung hingga 22 ribu orang.