KOLAKA – Menulislah, maka engkau akan dikenang. Di zaman yang lekat dengan mudahnya berita palsu menyebar dan menyulut perpecahan, anak muda ‘zaman now’ hendaknya mengembangkan kemampuan menulis secara inspiratif dan menggunakan media sosial secara positif.  Penekanan itu disampaikan Agustinus ‘Jojo Raharjo’, Tenaga Ahli Komunikasi Kantor Staf Presiden kepada mahasiswa Universitas Sembilanbelas  November Kolaka dan peserta Kirab Pemuda 2017, Rabu, 22 November 2017.

Mengutip sastrawan kenamaan Pramoedya Ananta Toer, ‘Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.’

“Jadilah seperti Andrea Hirata atau Ahmad Fuadi, erkenal dan mendapat materi berlimpah, karena menulis secara produktif untuk kisah-kisah yang menggugah dan jadi inspirasi banyak orang,” kata Jojo dalam acara yang menjadi rangkaian kegiatan dalam empat hari titik singgah Kirab Pemuda 2017 di Kolaka, Sulawesi Tenggara.

Pada anak muda era kekinian yang hidup di tengah terpaan banjir informasi di internet terutama lewat gawai, tuntutan untuk banyak membaca dan menulis menjadi tantangan tersendiri.  “Sangat disayangkan, literasi atau budaya baca dan tulis Indonesia sangat besar. Padahal, kemampuan menulis sangat menentukan kualitas intelektual sebuah bangsa,” tekannya.

Dalam pelatihan singkat itu, peserta antusias mengajukan pertanyaan dan berbagi kisah bagaimana pengalaman dan kesulitan mengembangkan kemampuan menulis selama ini.

“Kegiatan berbagi ilmu seperti ini sangat bermanfaat, karena kami di Indonesia bagian Timur haus akan suasana belajar dan menambah pengetahuan yang berkualitas,” kata Fakhrul Rizal, mahasiswa semester akhir USN yang juga aktivis radio kampus ‘Rama 19’.

Penuturan serupa disampaikan salah seorang peserta Kirab Pemuda 2017. “Kami senang dengan rangkaian acara berkualitas di titik singgah Kirab Pemuda 2017. Apalagi dengan tema kekinian. Generasi kami biasa bermedsos di Instagram, semoga dengan pencerahan ini, kami bisa lebih aktif menulis lebih panjang dan menginspirasi,” kata Elyus Setiawan, peserta Kirab Pemuda 2017 dari Lampung.

Kirab Pemuda 2017 yang digelar Kementerian Pemuda dan Olahraga merupakan pawai sekaligus perjalanan napak tilas kebhinekaan dalam mendirikan dan membangun NKRI, yang diikuti 73 anak muda dengan melintasi seluruh provinsi di Indonesia selama 72 hari. Kegiatan ini dikemas dengan kreatif, patriotik, gembira, massal, kompetitif, dan menghadirkan kenangan tak terlupakan, sehingga diharapkan memfasilitasi para pemuda agar dapat meningkatkan kreativitas, kapasitas, kemandirian, daya saing, dan nilai patriotisme, untuk membangun bangsa, menjaga kebhinnekaan, persatuan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.