KLUNGKUNG – “Selamat Siang, Saya Menpora Imam Nahrawi ingin menyapa seluruh relawan yang telah berjuang, bekerja keras melayani para pengungsi. Terimakasih untuk kerja kerasnya, Saya yakin perjuangan ini akan menjadi berkah tersendiri bagi kita semua.“

Demikian sapaan hangat dan apresiasi yang disampaikan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi melalui jaringan radio ORARI (Organisasi Radio Amatir Republik Indonesia) kepada para relawan pengungsi Erupsi Gunung Agung, yang ada di wilayah pengungsian. Apresiasi ini mengawali kunjungannya Sabtu (30/9) siang di Klungkung, Bali.

Menpora tak sendiri, kedatangannya didampingi Staf Khusus Pemuda Zainul Munasichin, Atlet Nasional asal Bali I Gede Siman Sudartawa dan Maria Londa serta Bupati Klungkung I Nyowan Suwirta dan Ketua KONI Bali Ketut Suwandi.

Ribuan pengungsi erupsi Gunung Agung di Gelanggang Olahraga (GOR) Swecapura, yang sebagian besar terdiri dari warga lanjut usia, ibu-ibu dan anak-anak terlihat antusias dan bersemangat menyambut kedatangannya.

Tanpa rasa sungkan, Menteri asal Bangkalan ini langsung duduk bersila diatas matras. Dengan seksama ia mendengarkan keluh kesah dan curahan hati dari para pengungsi, “Alhamdulillah…berkat bantuan Pak Bupati, Sekolah, Kesehatan dan Logistik, para pengungsi dapat tertangani dengan cermat, teliti dan baik,” ujar Menpora.

Seperti biasa dengan senyum ramahnya, Imam menyapa dan bersalaman satu persatu dengan pengungsi mulai dari anak-anak hingga orang lanjut usia. Tak hanya itu ia juga mengunjungi semua tenda relawan dari berbagai macam kalangan. Tak lupa menyempatkan untuk melihat kondisi MCK dan dapur umum dari Kodam IX/Udayana yang disediakan hingga makan siang bersama nasi bungkus. Tanpa rasa canggung ia membantu tugas para relawan yang memasak bahan makanan dan membagikan nasi bungkus kepada para pengungsi.

“Saya apresiasi kerja keras dari para relawan yang tak kenal lelah, bahu membahu melayani dari kebutuhan makan, alas tidur dan sebagainya. Semoga kebaikan dari para relawan disini menjadi berkah bagi semua,” ulangi Menpora yang kali ini langsung menyampaikan rasa terimakasih atas dedikasi para relawan di tempat pengungsian ini.

Selepas makan siang bersama, Menpora juga membagikan puluhan bola, satu set lapangan tenis meja, satu set peralatan bulutangkis dan masker.

“Bapak, Ibu dan adik-adik semua tentu tidak tahu harus sampai kapan di tempat ini. Saya berharap dengan adanya bantuan bola, lapangan tenis meja dan peralatan bulutangkis ini bisa dimanfaatkan untuk beraktifitas fisik dan berkeringat, walau sesaat. Mengisi waktu dengan berolahraga agar tidak bosan, badan tetap sehat dan kuat, agar bisa menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan yang berbeda,” ujarnya lagi.

GOR Swecapura, Klungkung, Bali, menjadi titik terbesar lokasi pengungsian akibat peningkatan aktifitas Gunung Agung. Tak hanya di dalam GOR, para pengungsi juga tersebar di luar GOR di bawah puluhan tenda atau pos-pos dari BNPB, Polisi, TNI, Kemensos dan PMI.

Menpora yang juga didampingi 2 orang atlet nasional handal asal Bali yaitu I Gede Siman Sudartawa dan Maria Natalie Londa datang memberikan motivasi, berbagi keceriaan dan memberi inspirasi bagi anak-anak yang berada di pengungsian.

“Kami bersyukur sudah banyak bantuan juga dari masyarakat. Karena saat ini saya masih fokus latihan, jadi saya juga mendoakan mereka. Saat ini, Saya masih menunggu teman-teman yang lain pulang dari pelatnas. Kami kesini untuk memberi motivasi dan bermain game bersama terutama dengan olahraga,” ucap Siman Sudartawa atlet renang peraih emas dalam SEA Games 2017 lalu.