JAKARTA РMenteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan keluarga Joni-Isa akan tinggal sementara di Rumah aman Kemensos selama satu bulan ke depan untuk memudahkan proses penanganan yang komprehensif.

“Keluarga Pak Joni harus mendapatkan penanganan yang menyeluruh dari aspek kesehatan, pendidikan, kependudukan, serta perlindungan dan jaminan sosial,” kata Mensos kepada wartawan usai bertemu Joni dan keluarganya di Rumah Aman Kementerian Sosial, Bambu Apus, Jakarta Timur, Jumat.

Mensos mengungkapkan hasil asesmen menunjukkan Ibu Isa mengalami gangguan mental, anak yang baru dilahirkan berat badannya turun, dari 3,6 kg menjadi 1,7 kg karena selain produksi ASI sang ibu terganggu juga asupan gizinya yang rendah. Sementara anak pertama (L) dan kedua (S) pernah mengalami gizi buruk, tidak bersekolah, dan tidak punya tempat tinggal.

“Untuk itu Kemensos berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan terkait pemulihan kondisi fisik mereka. Sementara itu Kemensos akan kordinasi dengan dinas sosial serta lurah setempat untuk membantu Pak Joni mengurus surat nikah karena mereka belum punya, lalu berurutan mengurus Kartu Keluarga, Kartu Tanda Penduduk, dan Akte Kelahiran,” papar Khofifah.

Apabila syarat-syarat administratif telah lengkap, lanjutnya, maka proses selanjutnya adalah upaya perlindungan dan jaminan sosial. Yakni Kartu Indonesia Pintar untuk anak-anak, Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) untuk Ibu Isa, dan Kartu Indonesia Sehat untuk layanan kesehatan mereka.

“Untuk tempat tinggal tentu mereka tidak boleh kembali ke gang sempit karena memang bukan tempat tinggal. Kemensos akan memberikan bantuan dari program Rumah Tinggal Layak Huni. Tinggal menunggu kesiapan lahannya yang saat ini sedang disiapkan oleh lurah,” ujar Mensos.

Seperti diketahui, kisah keluarga Joni-Isa menjadi viral di media sosial setelah sebelumnya beredar berita Isa melahirkan anak bungsunya (S) di sebuah gang sempit di Tambora, Jakarta Barat. Proses persalinan tersebut terbilang darurat karena hanya beralaskan kardus bekas. Keluarga tersebut tinggal di gang karena tidak memiliki rumah. Suami Isa, Joni bekerja sebagai petugas parkir.

BAWAKAN BERAGAM BINGKISAN
Dalam pertemuan Mensos dengan keluarga Joni-Isa, Mensos yang baru saja tiba dari kunjungan kerja mendampingi Presiden di Jawa Tengah, tampak membawakan beragam mainan, boneka, pakaian baru dan kue-kue untuk L dan A.

“Ini saya bawakan untuk anak-anak ya. Semoga suka ya nak,” tutur Mensos sambil merangkul dan membelai lembut rambut mereka.

Kedua anak tersebut langsung memilih mainan favorit masing-masing. Tampak L memeluk boneka beruang dan meraih mainan masak-masakan berwarna pink yang diserahkan Mensos.

Sementara sang ibu yang berkaus putih tampak tersenyum di samping suaminya.

“Terima kasih Ibu Menteri,” ujarnya seraya tersenyum

Mensos mengatakan setiap anak Indonesia berhak mendapat pendidikan yang layak dan gizi yang seimbang. Kondisi Isa dan anak-anaknya membuatnya prihatin. Terlebih hal ini telah terjadi cukup lama sekira 10 tahun.

“Saya minta keluarga ini tinggal antara satu sampai tiga bulan ke depan di Rumah Aman sampai semua proses penanganan selesai,” demikian Mensos.