SURABAYA – Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa meresmikan dan mewisuda Desa Daditunggal, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang menjadi Desa Sejahtera Mandiri berbasis enterpreneurship yang merupakan desa binaan Universitas Ciputra, Surabaya.

“Saya bangga melihat bapak ibu warga desa Daditunggal, Ploso, Jombang kini lebih mandiri dan berdaya. Harapannya setelah diwisuda kehidupan dan kondisi ekonomi semakin baik, warganya makin sejahtera,” tutur Khofifah saat menyampaikan arahan dalam acara Wisuda Desa Dampingan Universitas Ciputra, bertempat di kampus Ciputra, Sabtu.

Khofifah mengatakan warga Desa Daditunggal memiliki mata pencaharian buruh tani sebanyak 617 orang dan pemilik sawah sebanyak 312 orang. Sebagiannya adalah peternak dan usaha jasa seperti PNS, pedagang kecil, tukang jahit, tukang kayu dan pedagang kecil.

“Berdasarkan komposisi tersebut pendampingan yang diberikan Universitas Ciputra diarahkan kepada peningkatan kapasitas petani, pelatihan pembuatan pupuk organik, dan pemberdayaan karang taruna. Ada juga bantuan rehabilitasi sosial Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari Kementerian Sosial yang dikembangkan oleh Universitas Ciputra,” tutur Khofifah.

Mensos menjelaskan setelah dilakukan pendampingan mulai tahun 2015, sejumlah hasil sudah dicapai yakni penjualan beras organik, produk unggulan berupa beras dankacang-kacangan organik, UPMART semacam pasar tradisional untuk menampung hasil usaha.

“Universitas Ciputra mengembangkan mindset dan keterampilan enterpreneurship masyarakat sehingga dapat mewujudkan masyarakat desa sejahtera mandiri yang memiliki pola pikir, pola sikap dan pola tindak yang enterpreneurial,” terang Khofifah.

Perwujudan Nawa Cita, Menyejahterakan Warga
Desa Sejahtera Mandiri adalah desa yang masyarakatnya memiliki keswadayaan, partisipasi dan kesetiakawanan sosial yang tinggi untuk memenuhi kebutuhan dasar dan mengembangkan penghidupan berkelanjutan serta menciptakan nilai tambah bagi produktivitas desa.

“Program ini merupakan perwujudan nawacita butir tiga dari sembilan butir program prioritas pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla atau yang kita kenal dengan Nawa Cita,” terang Khofifah.

DSM, lanjutnya, merupakan upaya pemerintah untuk membangun Indonesia dari pinggiran dan membangun Indonesia dari desa dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan, memperteguh kebhinekaan dan memperkuat restorasi sosial, serta meningkatkan kualitas hidup manusia dan masyarakat Indonesia.

Kriteria desa sasaran adalah memiliki angka PMKS tinggi, memiliki lembaga sosial dengan ikatan sosial sesuai kearifan lokal, adanya potensi partisipasi dan keswadayaan masyarakat, memiliki potensi ekonomi yang mungkin dikembangkan oleh masyarakat miskin.

Sebuah desa dikatakan mandiri apabila memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar dan hak dasar bagi warganya, memelihara kearifan lokal, melindungi warga dari berbagai risiko sosial dan ekonmi yang dirasakan, dan mampu mengendalikan konflik sosial yang terjadi di lingkungannya.

Secara keseluruhan, Kementerian Sosial telah menggandeng 20 perguruan tinggi di seluruh Indonesia sebagai mitra dalam pengembangan DSM.

Pembangunan desa bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan kualitas hidup manusia. Program ini juga bertujuan menanggulangi kemiskinan melalui penyediaan pemenuhan kebutuhan dasar.

“Pemerintah menargetkan dapat mengembangkan 5.000 desa tertinggal dan 2.000 desa mandiri selama 2015–2019. Sementara Kementerian Sosial sendiri menyasar pengembangan 120 desa dengan sebutan Desan Sejahtera Mandiri,” kata Mensos.