PEMALANG – Setelah Sabtu (4/11/2017) kemarin mendampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla melakukan tinjauan ke Pasar Atas di Bukittinggi, Sumatera Barat yang terbakar beberapa hari lalu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono melanjutkan kunjungan kerjanya dengan meninjau progres pembangunan tol Pemalang-Batang sepanjang 39,2 km, Minggu (5/11/2017).

Menurut Menteri Basuki, pembangunan ruas tol tersebut membutuhkan teknik konstruksi khusus karena keberadaan tanah lunak yang tebal ( soft soil) dengan kandunganair tanah yang tinggi. Untuk itu diputuskan konstruksi sebagian jalan sepanjang 4,6 km menggunakan teknologi Vacuum Consolidation Method (VCM). Sementara ruas lainnya menggunakan Teknik Preloading.

“Kita menggunakan teknologi vacuum yang serupa dengan yang dilakukan di Tol Palembang-Indralaya, karena terbukti lebih cepat pengerjaannya. Juga tidak perlu material tanah sebagai beban sementara seperti teknik Pre Loading, sehingga meminimalisir penggunaan alat berat,” ujar Menteri Basuki.

VCM dimaksudkan untuk mempercepat penurunan dan meningkatkan daya dukung tanah asli yang lunak dengan melakukan pemompaan vakum pada tanah. Hal ini bertujuan untuk mengurangi kadar air maupun kadar udara pada butiran tanah sehingga dapat mempercepat stabilisasi tanah sehingga mengurangi risiko amblas.

“Untuk pelaksanaan VCM di ruas Tol Pemalang-Batang telah disiapkan mesin pompa sebanyak 230 buah,” ujar Menteri Basuki.

Kelebihan lain VCM yakni gangguan rendah terhadap pekerjaan lainnya, bahkan dapat melakukan overlap dengan pekerjaan lain sehingga jadwal konstruksi secara keseluruhan dapat dipersingkat.

Teknologi ini juga ramah lingkungan, karena perbaikan tanah lunak bersifat mekanis, tanpa penggunaan bahan-bahan kimia. Konsolidasi/penurunan tanah juga bersifat isotropik sehingga risiko ketidakstabilan lereng dapat dieliminir.

Menteri Basuki memerintahkan agar proses vacuum tersebut dapat segera dimulai pada 15 November 2017 sehingga bisa dilakukan bersamaan dengan penimbunan badan jalan untuk mempercepat penyelesaian pembangunannya. Ditargetkan Tol Pemalang-Batang dengan nilai investasi sekitar Rp 6 triliun tersebut dapat rampung dan beroperasi pada akhir tahun 2018.

“Ruas ini merupakan titik kritis untuk menghubungkan Tol Trans Jawa hingga Surabaya. Diharapkan pada arus mudik Lebaran 2018 nanti tidak ada lagi tol darurat, semua badan jalan sudah jadi dan lebih aman dilalui, meskipun belum beroperasi. Saat ini progresnya kini sekitar 50 persen,” katanya.

Tol Pemalang-Batang dikerjakan oleh konsorsium PT Waskita Karya dan PT. Sumber Mitra Jaya. “Saya kira ini komposisi yang bagus, antara BUMN dan swasta. Untuk mendorong swasta menjadi besar. Tetapi swasta juga harus membuktikan performanya,” ujar Menteri Basuki.

Turut mendampingi Menteri Basuki dalam kunjungan tersebut Dirjen Bina Marga Arie Setiadi Moerwanto, Direktur Jalan Bebas Hambatan, Perkotaan, dan Fasilitasi Jalan Daerah, Ditjen Bina Marga Subagiono, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Hery Trisaputra Zuna, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) VIII Herry Marjuki,dan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juwana Ruhban Ruzziyatno dan Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S. Atmawidjaja. (*)