JAKARTA – Pemerintah melangsungkan Rapat Kordinasi Pengendalian Pengelolaan Perbatasan 2017 di Hotel Aryaduta, Jakarta pada Rabu (12/7). Rencananya, pada tahun pembenahan daerah perbatasan akan fokus pada pembangunan infrastruktur sosial.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo sekaligus Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) mengatakan, pembangunan perbatasan fisik sekarang sudah selesai. Sekarang tinggal membangun infrastruktur sosial.

“Rakor ini untuk melakukan evaluasi dan mempersiapkan pembangunan perbatasan sebagaimana arahan Presiden dan Wakil Presiden, dimana dalam 2 tahun pembangunan infrastruktur fisik selesai,” kata Tjahjo dalam laporan sambutannya.

Dalam acara tersebut hadir juga Wakil Presiden Jusuf Kalla didampingi Menteri Kordinator Politik Hukum dan Keamanan (Kemenkopolhukam), Wiranto. Selain itu, hadir juga Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah di acara rakor perbatasan ini.

Untuk masalah infrastruktur ekonomi, kata Tjahjo sudah lebih baik dari sebelumnya. Sekarang tinggal persoalan sosial seperti pembangunan puskesmas, rumah sakit pembantu, pasar-pasar tradisional dan lain-lain. Mudah-mudahan, tahun 2018 nanti bisa selesai.

“Begitu juga untuk pembangunan pertahanan di wilayah perbatasan. Keterlibatan TNI dalam ranah perbatasan adalah prinsip. Masalah pertahanan, kini tinggal menyiapkan alat-alat dan fasilitas di sana,” tambah Tjahjo.

TNI ini terjun untuk rakyat kembali ke rakyat. Dalam upaya pembangunan perbatasan, selain menjaga kedaulatan NKRI, prajurit TNI juga dilibatkan dalam ikut serta membangun wilayah tersebut seperti bantu warga mengggarap sawah.

Puspen Kemendagri
www.kemendagri.go.id