Pemerintah melalui Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melakukan penandatangan kerja sama dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di kantor PBNU Jakarta untuk menyebarluaskan informasi tentang cuaca, iklim, gempabumi, dan tsunami

Kepala BMKG, Dr. Dwikorita menuturkan kerja sama ini dilakukan untuk memanfaatkan dan menyebarluaskan Informasi di Bidang Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika.

 

Dwikorita menjelaskan untuk mendukung antisipasi dan mitigasi bencana diperlukan adanya sinergi penta-helix antara akademia/pakar, pihak swasta, masyarakat, tokoh agama,pemerintah dan lembaga terkait serta media.

“Peran tokoh agama sangat penting dalam penyampaian informasi utk keselamatan masyarakat dari ancaman bahaya cuaca, iklim, gempa, dan tsunami “, sambung Dwikorita.

Dengan jejaring Nahdatul Ulama (NU)yang luas dan tersebar di seluruh Indonesia, kata dia diharapkan penyebarluasan informasi cuaca, iklim dan gempa bumi dapat dilakukan secara lebih efektif, untuk mendukung keselamatan masyarakat.

Tentunya, kata Dwikorita perlu menggunakan bahasa lokal yang dapat dipahami sehingga pesan yang disampaikan efektif.

Lebih lanjut, Dwikorita berharap melalui kerja sama ini, informasi dari BMKG nantinya dapat mendukung produktifitas hasil pertanian, perikanan ataupun pembangunan, melalui program adaptasi terhadap cuaca dan iklim atau Sekolah Lapang Iklim (SLI) BMKG.

Sambung dia, kegiatan SLI yang dilakukan sejak 2011, tiap tahun dapat meningkatkan produktivitas rata-rata 36 persen.

Senada dengan Dwikorita, Ali Yusuf selaku ketua LPBI (Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim NU), berharap informasi dari BMKG mudah diterima oleh masyarakat sehingga mereka paham apa yang dilakukan menghadapi bencana alam.

Lebih lanjut, Ali mengatakan, NU juga memiliki lembaga Falakiah yang fokus terhadap pergerakan cuaca maupun rukhyatul hilal.

“Lembaga falakiah juga mempunyai pakar untuk memprediksi bencana alam sehingga nantinya antara BMKG dengan NU bisa bertukar pikiran ataupun pengalaman,” ucap Ali.