GROBOGAN РMenteri Amran Sulaiman kembali melanjutkan kunjungannya untuk meninjau panen raya yang sudah mulai berlangsung di kawasan Jawa Timur hingga Jawa Tengah. Setelah menghadiri panen raya di kabupaten Demak dan kabupaten Kudus, Amran turut menghadiri panen raya di Desa Menduran, Kecamatan Brati, Grobogan, Selasa 23 Januari 2018.

Pada Januari 2018, untuk wilayah Grobogan, setidaknya terdapat 12.064 hektare areal tanam padi yang siap panen. Lahan sawah seluas tersebut mampu menghasilkan kurang lebih 51.789 ton beras. Padahal konsumsi masyarakat Grobogan setiap bulan kurang lebih hanya 15.646 ton beras. Berarti pada bulan Januari 2018 ini Grobogan mengalami surplus beras sebanyak 36.143 ton.

Mentan Amran sangat mengapresiasi kerja keras para petani. Peningkatan produktivitas padi tiga tahun belakangan ini tidak bisa dilepaskan dari peran petani. Meskipun banyak yang menyangsikan panen sudah dimulai sejak awal Januari ini, panen yang berlangsung di Jawa Timur dan Jawa Tengah justru membuktikan produksi padi sudah mulai berlimpah.

“Kami sangat bahagia selama perjalanan ini, bahwa apa yang disebut panen januari itu tidak ada ternyata tidak terbukti.
Panen melimpah. Khusus jawa tengah, panen satu bulan ke depan 320 ribu ha. Ini sangat besar. Diperkirakan panen seluas ini bisa menghasilkan 1,8 ton beras,” ucap Amran.

Sementara itu, sentimen anti impor beras ikut disuarakan Bupati Grobogan Sri Sumarni. Sri menyampaikan bahwa impor beras dikhawatirkan akan berdampak kepada anjloknya harga gabah.

“Kalau harga anjlok, pasti banyak WA dari petani. Mereka berharap tidak ada impor beras. Ini betul suara petani, Pak Menteri. Bukan saya yang bilang. Tapi suara petani akan menjadi suara bupati,” tegasnya.

Sri berharap pemerintah bisa agresif menyerap gabah petani, terutama di masa panen raya yang terjadi pada beberapa bulan ke depan. Ia berjanji, pihaknya akan bekerja sama secara intensif dengan Bulog agar harga di tingkat petani tidak jatuh.

“Walaupun akan ada impor, mohon jangan lupakan beras lokal karena beras petani kita lebih enak dari petani luar,” ungkap Sri.