Setelah mangkrak dan terhenti pembangunannya bertahun-tahun, ruas tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu atau Becakayu Seksi 1 akan segera diresmikan pada bulan November 2017 mendatang. Sejak dimulai pembangunannya pada bulan November 2014, tol sepanjang 21,04 km ini akan melengkapi sistem jaringan jalan tol pada kawasan metropolitan Jabodetabek.

Presiden Jokowi sejak awal menjalankan roda pemerintahan memutuskan bahwa proyek tol ini masuk dalam salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) bersama dengan 245+2 proyek lainnya.

Saat ini progres konstruksi Tol Becakayu yang terdiri dari 2 seksi sepanjang 21 km telah mencapai keseluruhan 45,61 persen. Dari progres tersebut, konstruksi Seksi 1 (Kasablanka-Jaka Sampurna) khususnya seksi 1B dan 1C yang menghubungkan Cipinang Melayu-Pangkalan Jati-Jakasampurna sepanjang 8,26 km siap diresmikan pada bulan November 2017. Sedangkan keseluruhan jalan tol Becakayu diharapkan tuntas terhubung pada tahun 2019.

“Saya ingin melihat langsung ke lapangan progres Tol Becakayu dan akan saya laporkan kepada Presiden di sidang kabinet,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono yang mengunjungi Tol tersebut, Minggu (22/10/2017). Sedangkan untuk seksi 1A dari DI Panjaitan-Cipinang (Casablanca) sepanjang 3,19 km ditargetkan rampung pada Mei 2018.

Menteri Basuki mengatakan sebelum diresmikan akan digelar festival jalan tol sebagai bagian dari sosialisasi penggunaan Tol Becakayu. Meski baru sebagian yang diresmikan, namun kehadiran tol ini diharapkan dapat mengurangi kemacetan yang kerap terjadi di Jalan Raya Kalimalang dan Tol Jakarta Cikampek akibat penumpukan volume kendaraan di Gerbang Tol Halim.

Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S. Atmawidjaja menambahkan kehadiran tol Becakayu ini akan menambah kapasitas jalan serta menambah pilihan pengguna jalan sekaligus membantu mengurangi waktu tempuh perjalanan. Saat ini waktu tempuh bagi warga Kota Bekasi yang menuju Jakarta adalah sekitar dua jam perjalanan pada jam puncak, diharapkan menjadi lebih singkat 20%.

Kehadiran Tol Becakayu akan meningkatkan kelancaran lalu lintas kendaraan logistik melalui jalan tol Cikampek menuju Cikarang, Karawang, Purwakarta dan Bandung.

“Apabila telah rampung seluruhnya, pengguna jalan dari Bekasi menuju Jakarta Pusat atau ke Jakarta Utara tidak perlu lagi melewati tengah kota tetapi bisa memanfaatkan Tol Becakayu,” katanya. Hal ini dikarenakan Tol Becakayu akan terkoneksi dengan Tol Wiyoto Wiyono dan Tol Lingkar Luar Jakarta (JORR).

Mengenai pembebasan lahan, saat ini sudah tidak lagi menjadi hambatan dengan adanya skema dana talangan dari investor yang kemudian diganti oleh Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN). Pada tahun 2017, Kementerian PUPR menargetkan panjang tol di Indonesia akan bertambah 568 km. Sementara pada tahun 2019, tol baru ditargetkan akan bertambah 1.851 km.