“Saya bangga sekali melihat saudara-saudara mempunyai sebuah tekad kuat, niat baja. Ada yang akan ditempatkan di ujung-ujung, tetapi saya lihat wajah-wajah yang di sini kelihatannya optimis semuanya. Itu yang kita cari. Ini angkatan pertama. Awas kalau ada yang balik, saya cek kenapa mereka balik,” ungkap Presiden Jokowi ketika melepas Tim Nusantara Sehat Angkatan Pertama ke daerah-daerah tertinggal di Istana Negara, Senin (4/5/2015).

Program Nusantara Sehat adalah kegiatan yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan untuk mendukung pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Mereka akan menjadi tenaga penguat layanan kesehatan primer melalui peningkatan jumlah, sebaran, komposisi, dan mutu tenaga kesehatan dengan berbasis pada tim dan melibatkan dokter, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya.

Program ini merupakan program lintas Kemenkes yang berfokus tidak hanya pada kegiatan kuratif tetapi juga promotif dan preventif untuk mengamankan kesehatan masyarakat pada daerah yang paling membutuhkan sesuai Nawacita. Salah satu sasaran Tim Nusantara Sehat adalah menurunkan kematian ibu dan menurunkan angka kematian anak bawah lima tahun.

Jokowi mengingatkan bahwa di Indonesia angka kematian ibu dan bayi melonjak. Kematian ibu masih bertengger pada angka 359/100.000 kelahiran hidup. Sedangkan angka kematian bayi laki-laki 49/1.000 kelahiran hidup dan angka kematian bayi perempuan 37/1.000 kelahiran hidup.

Strategi yang dilakukan ada dua. Pertama, peningkatan kesehatan ibu dan reproduksi. Dengan sasaran meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan ibu. Indikator keberhasilannya adalah persentase ibu hamil yang mendapatkan pelayanan antenatal keempat (K4). Kedua, peningkatan kesehatan, bayi, anak, dan remaja. Yang disasar adalah meningkatnya akses dan mutu pelayanan kesehatan bayi, anak, dan remaja. Indikator keberhasilan meliputi persentase kunjungan neonatal (KN1) dan persentase Puskesmas yang melaksanakan penjaringan kesehatan untuk peserta didik kelas I, VII, dan X.

Menurut Kementerian Kesehatan, pelayanan antenatal merupakan pelayanan kesehatan oleh tenaga kesehatan terlatih untuk ibu selama masa kehamilannya. Pelaksanaannya sesuai dengan standar pelayanan antenatal yang ditetapkan dalam Standar Pelayanan Kebidanan.

Dalam pelayanan antenatal ini tenaga kesehatan melakukan beberapa hal. Di antaranya memantau kemajuan kehamilan dan memastikan kesehatan ibu dan tumbuh kembang bayi, meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik, mental dan sosial ibu serta janin, mengenali secara dini kelainan atau komplikasi yang mungkin terjadi selama hamil, mempersiapkan persalinan cukup bulan, melahirkan dengan selamat dan mengurangi sekecil mungkin terjadinya trauma pada ibu dan bayi, mempersiapkan ibu untuk menjalani masa nifas dan mempersiapkan pemberian asi eksklusif. Dan terakhir, mempersiapkan peran ibu dan keluarga untuk menerima kelahiran dan tumbuh kembang bayi.

Sedangkan masa neonatal adalah masa kehidupan bayi setelah lahir sampai dengan usia 28 hari. Dalam masa ini hampir semua organ tubuh bayi menyesuaikan dengan lingkungan. Saat di dalam rahim, kehidupan bayi masih bergantung pada ibu dari segi sumber makanan, maka ketika bayi sudah di luar rahim dimulailah kehidupan mandiri di mana bayi mulai menyesuaikan diri dengan kehidupan luar. Itulah sebabnya kunjungan dalam masa neonatal oleh tenaga kesehatan sangatlah penting untuk memantau kesehatan bayi.

Berbagai langkah penting menyangkut kesehatan ibu, bayi, anak, dan remaja yang secara all out dikerjakan pemerintah itu, bermuara pada satu hal. Menjadikan badan dan jiwa masyarakat sehat, sehingga bangsa menjadi kuat.