Menjelang Lebaran tahun ini, beberapa ruas tol Trans-Sumatera sudah akan diuji. Minat investasi di Lampung pun langsung terdongrak

Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa pembangunan infrastruktur membutuhkan waktu yang tidak singkat. Banyak tahap dan tantangan – salah satu yang terutama adalah kendala pembebasan lahan – yang dihadapi sebelum sampai pada manfaatnya yang besar bagi perekonomian dan masyarakat. Kalau terjadi proyek infrastruktur yang mangkrak pun itu seolah sudah jadi hal yang lumrah.

Namun, berbagai pemangku kepentingan tampaknya kini mulai sama-sama memahami pentingnya pembangunan infrastruktur. Visi-misi Nawacita untuk membangun konektivitas, untuk menunjang produktivitas, daya saing dan kesejahteraan masyarakat sepertinya sudah mengalami proses internalisasi.

Presiden Jokowi sendiri sudah berulang kali menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur, termasuk pembangunan jalan tol, merupakan salah satu prioritas dalam rencana pembangunan pemerintah karena dampak berantai yang dihasilkannya. Konektivitas yang tercipta melalui pembangunan jalan tol akan mempercepat distribusi hasil pertanian dan industri ke berbagai tempat.

Adanya pemahaman atau kesadaran bersama tentang pentingnya infrastruktur ini, akan berdampak pada kelancaran pelaksanaan proyek di lapangan. Hal inilah yang tampaknya terjadi dengan tol Trans-Sumatera.

Pembangunan ruas jalan tol Trans-Sumatera Bakauheni-Terbanggi Besar, Lampung terbilang cepat. Hingga saat ini konstruksi yang sudah ‎dicor sejauh 7.9 km sehingga diperkirakan pada saat perayaan Lebaran beberapa ruas sudah dapat diuji dicoba agar dapat mengurangi kepadatan arus kendaraan.

 “Saya melihat memang perkembangannya sangat cepat sekali dan justru pembebasan lahan malah terlalu cepat,” kata Presiden Jokowi di lokasi pembangunan Jalan Tol Trans-Sumatera di Desa Sabahbalau, Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan, hari Kamis, 11 Februari 2016.

Hingga 2019 nanti, Sumatera diperkirakan akan memiliki jalan tol baru sepanjang 191,6 kilometer. Tol Trans-Sumatera ruas Terbanggi Besar-Pematang Panggang Kabupaten Mesuji Lampung-Palembang akan dikerjakan mulai Maret 2016, sehingga pada pelaksanaan ASEAN Games tahun 2018 mendatang diperkirakan ruas jalan tol sudah dapat digunakan. “Tahun 2018, pembangunan Tol Trans-Sumatera ini harus selesai hingga Palembang,” kata Presiden.

“Saya terus ingin menunjukkan tol Trans-Sumatera ini tidak hanya ke dalam negeri, tapi juga ke luar negeri. Semua akan dikenalkan seperti MRT, LRT, kereta api di Sulawesi, pelabuhan seperti Makassar Newport,” kata Presiden menambahkan.

Pembangunan infrastruktur yang baik akan meningkatkan kredibilitas pemerintah, sehingga akan meningkatkan kepercayaan investor dalam berinvestasi terutama di luar Jawa. “Sehingga kalau ada kepercayaan itu, ada arus uang masuk ke negara kita, akan ada arus investasi masuk ke Indonesia, akan ada arus modal masuk ke Indonesia,” ucap Presiden Jokowi.

Semangat pembangunan infrastruktur yang terus digenjot pemerintah, terbukti telah meningkatkan minat investasi. Seperti di Lampung, nilai investasi PMA/PMDN di ditargetkan hanya Rp3,09 triliun pada 2015, namun realisasinya mencapai Rp4,32 triliun, yang terdiri atas PMA Rp3,22 triliun dan PMDN Rp1,10 triliun.

Tol Trans-Sumatera dirancang mampu dilalui kendaraan yang bertonase 80-90 ton. Jalan tol Trans-Sumatera nantinya akan memiliki lebar kurang lebih 21 meter, dengan lebar masing-masing 9,2 meter. Selain itu di pinggir jalan juga akan dibuat bahu jalan dengan lebar masing-masing 2,5 meter, sedangkan di antara kedua jalur akan dipasang median selebar 2,25 meter.

Pembangunan jalan tol Trans-Sumatera yang memiliki panjang total 2.600 km ini memerlukan biaya sekitar Rp150 triliun. Pembangunan tol Trans-Sumatera ini meliputi 23 ruas jalan yang menghubungkan 11 kota pusat Pertumbuhan Ekonomi, di antaranya Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Jambi, Palembang, Tanjung Pinang, Lampung, Bengkulu, dan Serang (Banten).