Janji adalah hutang! Ungkapan pendek ini  mengisyaratkan pesan penting, janji mesti dilunasi. Janji  untuk mensejahterakan negeri ini juga dilontarkan oleh Joko Widodo saat masih menjalani kampanye pilpres 2014 yang lantas diulang ketika beliau menjadi Presiden.

Salah satu jalan kesejahteraan yang diyakini presiden adalah lewat Nawacita –  5 butir program dalam mewujudkan cita-cita, masyarakat Indonesia yang  sejahtera. Butir ke-6  Nawacita mengamanatkan perlunya peningkatan daya saing dalam arti yang luas. Kita tahu di tengah ekonomi dunia yang makin terbuka, keunggulan daya saing produk barang dan jasa menjadi penentu kemenangan suatu bangsa.

Nah, di sektor ini kita mesti akui, agak kurang.  Harga barang dan jasa ditengarai lebih mahal dibandingkan dengan negara-negara Asean. Bila dirunut ke belakang salah satu penyebabnya adalah infrastruktur yang tidak memadai. Sarana jalan masih mengandalkan jalan arteri yang  suka “tersumbat” di sana-sini.  Di lain sisi angkutan barang  menggunakan moda kereta api masih dinomor duakan.

Padahal infrastruktur berupa jalan, jembatan , rel kereta api, pelabuhan laut, pelabuhan udara, waduk, sarana irigasi adalah urat nadi perekonomian. Ibarat pembuluh darah, ia melancarkan pasokan oksigen ke seluruh tubuh untuk memberi kesegaran pada badan.

Presiden Jokowi  rupanya sudah galau dengan kondisi infrastruktur ini. Beberapa saat usai dilantik, beliau langsung tancap gas. Membenahi  daya saing lewat pembangunan infrastruktur yang  menyeluruh. Tol Cipali yang tersendat penyelesaiannya, diinstruksikan diselesaikan dan dioperasikan sebelum Idul Fitri 2015. Tol ini adalah bagian dari jalan tol Trans Jawa. Sesudah itu Presiden melakukan ground breaking Tol Solo Kertosono dan Tol lintas Sumatera di Lampung. Bahkan untuk Idul Fitri 2016 akan dibuka  Tol Pejagan – Pemalang.

Lewat penambahan jalan kereta api, lompatan peningkatan perjalanan kereta api  akan terjadi.   Ujung Selatan dan ujung Utara P. Sumatera nantinya bakal terkoneksi oleh jalan kereta api dari Lampung ke Aceh. Trans Sulawesi pun mulai diwujudkan dari Makasar ke arah utara. Sementara di Jawa proyek kereta cepat Jakarta – Bandung  sudah diinisiasi. Sebuah langkah yang mendapat banyak sorotan, hanya gara-gara  hal yang sama sekali baru. Padahal lewat pengalaman tersebut, pemerintah akan belajar banyak, jika nantinya kereta cepat Jakarta – Surabaya dibangun.

Pembangunan infrastruktur juga merambah pelabuhan laut dan bandar udara. Peresmian pelabuhan udara di Rembele, Gayo, Aceh, minggu ini, menjadi bukti pemerintah tak main-main dengan butir Nawa Cita ke-3, membangun dari pinggirKonektivitas antar daerah, antar wilayah bakal terkait. Bahkan Jokowi yakin, jika nantinya orang bisa langsung terbang dari Rembele di Aceh  ke Papua untuk menikmati keindahan Raja Ampat.  “Indonesia Sentris bukan Jawa Sentris,” ungkap Jokowi.

Tekad! Barangkali itulah sebutan untuk Jokowi dalam membenahi infrastruktur. Pembangungan waduk  juga digenjot untuk meningkatkan produksi beras. Setelah nyaris selama 15 tahun jumlah waduk tidak bertambah. Pemerintah tancap gas membikin  waduk secara serentak di Aceh, Sulawesi Selatan, Banten, Jawa Tengah, Nusatenggara Timur, Sulawesi Utara dan Sulawesi Selatan. Sekaligus dilakukan pembenahan  sejumlah embung dan saluran irigasi.

Begitulah langkah besar telah diayunkan.  Berbagai pembangunan infrastruktur tersebut  bertujuan untuk mendongkrak daya saing.  Jalan tol, jalan kereta api, pelabuhan laut, pelabuhan udara jelas bakal mempercepat perpindahan barang dan jasa. Yang pada gilirannya akan memangkas biaya angkut. Muaranya adalah ongkos produksi yang lebih rendah. Konsumen  diuntungkan lewat  harga barang yang lebih murah. Artinya daya saing produk barang dan jasa kita akan meningkat dibandingkan dengan negara lain.

Sementara bila waduk dan saluran irigasi akhirnya selesai, pemerintah bisa berharap menyelesaikan persoalan laten sepanjang masa impor beras. Tahun 2015 kita masih impor, namun statusnya untuk berjaga-jaga. Sementara tahun ini Menteri Pertanian sudah bertekad untuk tidak mengimpor beras. Itu artinya pembenahan di sektor pertanian sudah mulai membuahkan hasil.

Begitulah butir-butir Nawacita, khususnya pembangunan infrastruktur mulai diwujudkan secara nyata bukan hanya lewat retorika.  Tak cuma janji yang tak terbukti.