Jembatan terpanjang dan ikonik di Ambon, Indonesia Timur ini merupakan bukti   bagaimana  “Indonesia Sentris” bukan hanya sebatas jargon.  

Jembatan Merah Putih adalah jembatan terpanjang 1.140 m. Terbagi dalam tiga bagian:  jembatan Pendekat di sisi Desa Poka sepanjang 520 m, jembatan Pendekat di sisi Desa Galala sepanjang 320 m, dan jembatan Utama sepanjang 300 m. Jembatan Utama ini merupakan jenis jembatan khusus dengan sistem jeruji kabel atau cable stayed, dengan jarak antar pilon sepanjang 150 m.

Sebagai informasi, pembangunan jembatan ini sudah dikerjakan sejak tahun 2011. Menurut Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basoeki Hadimoeljono, pembangunan jembatan ini tertunda pengerjaannya oleh gempa bumi yang mengguncang Ambon, 29 Desember 2015.

Melihat pembangunan Jembatan Merah Putih yang terhenti ini, Presiden Jokowi meminta  Menteri PUPR segera merampungkan. Kementerian ini lalu menugaskan  PT Waskita Karya Tbk, PT Pembangunan Perumahan Tbk dan PT Wijaya Karya Tbk. Ketiganya merupakan  kontraktor yang telah memiliki pengalaman dalam menangani proyek tersebut. Anggaran dana dalam pembuatannya diambil dari APBN sebesar Rp 700 miliar.

Sebagai gambaran, jembatan Merah Putih merupakan jembatan terpanjang di Indonesia Timur. Jembatan yang berlokasi tepat di Teluk Dalam Pulau Ambon ini menghubungkan Desa Rumah Tiga (Poka), Kecamatan Sirimau pada sisi utara dan Desa Hative Kecil/Galala, Kecamatan Teluk Ambon pada sisi selatan.

Dengan selesainya pembangunan maka jarak tempuh ke Bandara Internasional Pattimura, serta kawasan Jazirah Leihitu, Pulau Ambon, Kabupaten Maluku Tengah, diperpendek  sehingga mengurangi waktu tempuh dan kepadatan kendaraan.

Sebelumnya, jarak Bandara Internasional Pattimura ke Kota Ambon yang berkisar 35 km  ditempuh selama sejam memutari Teluk Ambon. Cara lain adalah menggunakan kapal penyeberangan (ferry) antara Desa Rumah Tiga (Poka) dan Galala dengan waktu tempuh   paling cepat 20 menit.

Selain mempercepat waktu tempuh, jembatan ini juga menjadi lambang persatuan antarwarga Maluku. Dalam akun resmi facebook Presiden Jokowi mengatakan “Akhirnya jembatan Merah Putih, jembatan terpanjang di Indonesia Timur sudah bisa dimanfaatkan rakyat Maluku. Jembatan ini menjadi simbol perdamaian, persatuan serta lambang kebersamaan antar warga Maluku”. ‘Katong semua basudara’.

Presiden Jokowi juga menambahkan  “Jembatan ini, bukan hanya mempersingkat jarak dan waktu tempuh menuju Bandara Pattimura, gerakkan pembangunan wilayah tapi bisa menjadi landmark dan ikon baru Kota Ambon.” Ambon akan semakin manise, semua orang bisa melihat keindahan Teluk Ambon dari jembatan ini.

Dalam butir ketiga Nawa Cita, Presiden Jokowi membuktikan komitmennya dengan membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa.

Foto: Biro Pers