Tak hanya pidato formal yang disampaikan Presiden Jokowi. Beliau juga bercerita hal ringan yang untuk mencairkan suasana dan menambah keakraban.

Selama kunjungan ke Eropa, di sela-sela pidato dan pernyataan resmi, Presiden Jokowi juga suka bercerita tentang hal-hal ringan untuk mencairkan suasana. Seperti saat beliau berkunjung ke  Jerman,  Senin 18 April 2016.

Ketika menghadiri Forum Bisnis Indonesia – Jerman yang diselenggarakan di Ballroom Hotel Adlon Kempinski, Berlin, Presiden  mengawali sambutannya dengan bercerita  bahwa 50 tahun yang lalu, Presiden John F Kennedy berdiri tidak jauh dari tempat ini dan berkata, ”Ich bin ein Berliner”, (Saya orang Berlin).

Tentunya, lanjut Presiden, dirinya tidak akan mengatakan hal yang sama, karena dirinya bukan pembuat roti dimana Berliner adalah donut. “Saya lebih senang mengatakan , “Ich bin ein Kolner”, (Saya orang Kolner).

Selama 20 tahun sebagai pengusaha furnitur, “Saya sering sekali datang ke Kolner Messe,” kata Presiden membuka sambutannya merujuk pada sebuah kota Jerman yang sering didatanginya sewaktu masih menjadi pengusaha furnitur.

Ketika memberikan sambutan di Forum Bisnis Indonesia-Inggris  di Hotel  Mandarin Oriental, London, Presiden Joko Widodo juga mengajak para pebisnis Inggris untuk berinvestasi di Indonesia. Uniknya,   tagline yang  digunakan berkesan “ringan” namun kuat dalam pesan, langsung ke sasaran, dan tidak hanya sebatas jargon.

“Keep calm and invest in Indonesia,” kata Presiden memberi solusi investasi di tengah perlambatan ekonomi.

Cara dan gaya komunikasi Presiden ini memberi warna baru dalam diplomasi internasional, khususnya RI dengan negara-negara Eropa.