Telah banyak kerjasama industri kreatif dihasilkan Presiden Jokowi dengan berbagai Negara. Ini harus didukung dan dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para pelaku ekonomi kreatif.

Di akhir acara pertemuan bilateral antara Presiden Jokowi dan Presiden Korea Selatan, Park Geun-hye (16 April 2016) ditegaskan soal kemitraan strategis antara kedua Negara dan pentingnya mewujudkan sinergi untuk meningkatkan berbagai kerjasama yang telah disepakati dan ditandatangani. Sinergi adalah kata kunci penting dalam berbagai konsep kerjasama di berbagai level dan bidang kehidupan. Termasuk dan terutama dalam pengembangan industri kreatif di era Global Digital Economy saat ini.

Tantangan yang dihadapi pelaku industri kreatif adalah bagaimana bersinergi dalam berbagai bentuk kolaborasi yang dimungkinkan. Sebut misalnya diantara 16 subsektor ekonomi kreatif yang dirancang Badan Ekonomi Kreatif (BeKraf), ada begitu banyak kemungkinan kolaborasi. Subsektor fesyen misalnya sangat bisa bersinergi dan berkolaborasi dengan subsektor penulisan dan penerbitan. Misalnya dengan menarasikan cerita tentang budaya di balik sebuah karya fesyen. Demikian juga subsektor kuliner bisa berkolaborasi dan bersinergi dengan subsektor industri televisi, disain interior, dan lainnya. Bentuk sinerginya sangat terbuka luas dan terbuka tergantung pada kreativitas.

Tantangan nyata yang dilontarkan pemerintah adalah untuk meningkatkan kontribusi sektor ekonomi kreatif terhadap PDB Indonesia 7,02%  di 2014 dan dalam RPJMN pada periode 2015-2019 diharapkan berkontribusi lebih dari 12%. Strategi untuk mencapai target ini membutuhkan kecepatan kerja melalui berbagai bentuk sinergi yang bisa memicu tumbuhnya komunitas atau pelaku bisnis ekonomi kreatif di berbagai daerah. Contoh yang diberikan Presiden Jokowi bahkan sudah menyentuh bidang pertanian, yaitu melalui  Program Sinergi Aksi untuk ekonomi rakyat yang diluncurkan di Brebes, Jawa Tengah, awal April 2016.

Presiden Jokowi melalui program ini melakukan upaya mengaktualisasikan tradisi pertanian yang relevan dengan perkembangan zaman sebagai solusi untuk memecahkan masalah yang dihadapi para petani. Ini merupakan contoh nyata langkah kreatif di bidang usaha pertanian. Kelompok tani harus bersinergi dan mempunyai cita-cita bersama yang kuat baik itu dalam melakukan efisiensi proses produksi, menghasilkan produk berkualitas atau dalam mengembangkan jejaring pemasaran komoditas pertanian. Itulah makna sinergi aksi untuk para petani.

Di wilayah ekonomi kreatif, makna sinergi juga harus menitikberatkan pada aksi dan stimulus yang bisa mempercepat pertumbuhkan berbagai macam sektor ekonomi kreatif. Harus ada percepatan inovasi baik dalam aspek metodologis pembelajaran ekonomi kreatif maupun dalam substansi yang ada dalam potensi setiap bidang ekonomi kreatif. Tidak bisa lagi kita memakai pola dan platform lama yang sudah tidak sesuai dengan atmosfir Global Digital Economy. Telah banyak peluang kerjasama dihasilkan Presiden Jokowi dengan berbagai Negara dalam bidang economi kreatif. Ini harus disambut, didukung dan dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para pelaku ekonomi kreatif di negara kita. Untuk itu diperlukan persiapan dan kesiapan yang matang.

Harus ada pusat pembelajaran ekonomi kreatif yang efektif, efisien, berdaya jangkau luas dengan memanfaatkan tehnologi digital. Ini juga sesuai dengan instruksi Presiden Jokowi untuk meningkatkan kualitas pendidikan vokasi.