SIARAN PERS – Bangsa Indonesia akan menjadi lebih maju dan sejahtera apabila umat muslim menjalankan ajaran Al-Qur’an. Demikian disampaikan Presiden Joko Widodo saat memperingati Peringatan Nuzulul Qur’an Nasional 1437 Hijriyah di Istana Negara, Selasa 21 Juni 2016.

IMG-20160623-WA0049
Foto : Edi, Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

“Sek‎arang kita perlu tuntunan Al-Qur’an untuk menata kehidupan bangsa Indonesia agar lebih maju, lebih toleran, dan bebas dari kemiskinan,” kata Presiden.

Presiden mengatakan, bangsa Indonesia sampai saat ini masih menghadapi berbagai masalah seperti kemiskinan, ketimpangan ekonomi dan belum meratanya pembangunan di seluruh wilayah Tanah Air. Dengan pedoman Al-Qur’an, Presiden yakin kita dapat memecahkan permasalahan tersebut. “Al-Qur’an mengajarkan kita untuk sabar, untuk tawakal, untuk belajar ilmu pengetahuan, untuk optimis, untuk kreatif, agar kita bisa menjadi bangsa pemenang.”

IMG-20160623-WA0048
Foto : Edi, Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

Lebih lanjut Presiden juga mengatakan, sebagai upaya untuk memerangi kemiskinan dan mendorong investasi, maka Pemerintah fokus melakukan deregulasi aturan-aturan yang menghambat investasi dan pembangunan ekonomi nasional, membangun infrastruktur untuk mewujudkan konektivitas antar wilayah di Tanah Air, dan membangun Sumber Daya Manusia yang berkualitas.

Melalui peringatan turunnya Al-Qur’an sebagai pedoman umat manusia ini, diharapkan tingkat kesalehan sosial di antara masyarakat dapat meningkat. “Al-Qur’an mengajarkan kita untuk saling mengenal (ta’aruf), saling memahami (tafahum), dan saling kerjasama, tolong menolong dalam semua aspek kehidupan (ta’awun),” ucap Presiden.

Presiden berharap, apabila kita umat muslim terus bersandar pada tuntunan Al-Qur’an, Indonesia akan menjadi lebih baik. “Insya Allah, di ujung jalan, di ujung jembatan, di ujung pelabuhan, Indonesia akan menjadi lebih baik, Indonesia akan bebas dari kemiskinan, Indonesia akan menjadi bangsa yang maju, bahagia lahir dan batin,” ucap Presiden menutup sambutannya.

21 Juni 2016
Tim Komunikasi Presiden
Sukardi Rinakit