Diplomasi antarnegara tak selalu dilakukan di atas meja perundingan. Setidaknya itu yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo saat menerima sejumlah tamu negaranya.

Pun demikian saat Presiden Filipina, Rodrigo Roa Duterte, datang ke Indonesiai, Jumat 9 September 2016. Presiden mengajaknya blusukan ke Tanah Abang sebelum diterima secara resmi di Istana Merdeka.

Presiden Jokowi tiba di Blok A Pasar Tanah Abang pukul 13.55, tidak berapa lama Presiden Duterte tiba pukul 14.02. Keduanya berkemeja putih dan tampak akrab disambut oleh masyarakat yang tengah berbelanja.

Masyarakat semakin histeris dan meneriakkan nama Joko Widodo begitu keduanya mendekat ke arah mereka. Ajakan foto pun terdengar. Presiden Duterte pun mengumbar senyum menyaksikan antusiasme masyarakat.

Setelah berkeliling selama hampir 30 menit, keduanya berpisah. Presiden Duterte terlebih dahulu meninggalkan Pasar Tanah Abang. Lima menit berselang, giliran Presiden Jokowi meninggalkan Pasar Tanah Abang.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung sebelumnya memberikan keterangannya terkait tujuan Presiden mengajak tamunya blusukan ke sejumlah tempat. Menurutnya, Presiden ingin memberikan contoh bagaimana cara Presiden Joko Widodo menyelesaikan permasalahan yang dihadapi di Indonesia.

“Karena tidak bisa masalah itu hanya dilihat dari perencanaan di meja, maka apa yang dilakukan Jokowi turun ke lapangan menjadi banyak diinginkan oleh para pemimpin negara dunia untuk lihat langsung, termasuk ketika PM Australia mereka yang minta,” terang Pramono di Komplek Istana Merdeka pada Jumat, 9 September 2016.

Indonesia merupakan negara yang pertama kali dikunjungi oleh Presiden Duterte sejak, ia dilantik menjadi Presiden Filipina ke-16 pada 30 Juni 2016 lalu. Sebelumnya, Presiden Joko Widodo dan Duterte telah bertemu secara singkat saat keduanya menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN di Vientiane, Laos.