SIARAN PERS – Pelabuhan adalah salah satu kunci dalam membangun suatu daerah, terlebih lagi bagi daerah yang berada di wilayah terpencil. Tanpa pelabuhan, potensi suatu daerah tidak akan dikenal dan tidak menopang ekonomi masyarakat setempat karena tidak adanya kapal yang mengangkut penumpang dan barang yang singgah di daerah itu. Harga-harga barang di daerah itu dapat otomatis tinggi karena belum adanya konektivitas.

Oleh karenanya, Presiden Joko Widodo selalu mengingatkan pentingnya Tol Laut, yakni membangun transportasi laut dengan kapal atau sistem logistik kelautan, yang melayani tanpa henti dari Sabang sampai Merauke. Untuk mewujudkan Tol Laut, pada hari ketiga kunjungannya di Indonesia Timur, Rabu 6 Maret 2016, Presiden akan meresmikan lima pelabuhan, yakni Pelabuhan Tobelo, Pelabuhan Galela, Pelabuhan Tutu Kembong, Pelabuhan Wonreli dan Pelabuhan Pulau Teor. Peresmian kelima pelabuhan tersebut dipusatkan di Pelabuhan Tobelo di Kabupaten Halmahera Utara.

Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo akan bertolak menuju Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara pada pagi hari dengan menggunakan pesawat CN-295 TNI AU dari Pangkalan TNI AU Leo Wattimena, Kabupaten Pulau Morotai. Usai meresmikan kelima pelabuhan itu, Presiden akan menyerahkan Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas Berat (ASPDB), Kartu Asistensi Sosial Lanjut Usia (ASLUT), Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Beras Sejahtera di Kecamatan Galela.

Presiden dan Ibu Iriana akan kembali ke Pangkalan TNI AU Leo Wattimena Pulau Morotai dengan menggunakan CN-295 TNI AU pada siang hari. Di sini, Presiden dan Ibu Iriana bersama rombongan berganti pesawat dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 untuk kembali menuju Jakarta dan diperkirakan tiba pada pukul 18.00 WIB.

 

6 April 2016

Tim Komunikasi Presiden