SIARAN PERS – Presiden Joko Widodo menerima Pengurus Pusat Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (PP IA-ITB) di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa 14 Juni 2016. Mendampingi Presiden dalam kesempatan tersebut Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir serta Sekretaris Kabinet Pramono Anung yang juga merupakan dewan penasihat di PP IA-ITB.

IMG-20160616-WA0010
Foto : Rusman, Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

Turut serta dalam pertemuan tersebut, Ketua Umum PP IA-ITB Ridwan Djamaluddin beserta rombongan yang terdiri atas Wakil Ketua Umum Dwi Larso, Sekretaris Jenderal Gembong Primadjaja, Kepala Bidang Sosial Masyarakat Dollaris Riauaty, Kepala Bidang Pelayanan Alumni Elfi Malano, Kepala Bidang Olah Raga Abdul Bari, Kepala Bidang Hubungan Pemerintahan M. Adamsyah Wahab, Kepala Bidang Hubungan Almamater Basar Simanjuntak, Direktur Program Industrialisasi Achmad Rizal, Kepala Bidang Wirausaha dan Ekonomi Kreatif Ervan Maksum, Kepala Departemen Ekonomi Masyarakat Eko Pratomo, Kepala Bidang Energi Hery Setyawan, Direktur Eksekutif Dessi Ivory, Koordinator Humas Rahmat Samulo, dan Dewan Pakar Firdaus Ali.

Ketua Umum PP IA-ITB Ridwan Djamaluddin mengatatakan bahwa Presiden Joko Widodo dalam kesempatan tersebut memberikan tugas kepada mereka untuk menyiapkan rumusan rekomendasi secara detail tentang infrastruktur, energi, pangan, kerakyatan, air, sumber daya manusia, deregulasi, dan lain sebagainya. Mengenai program deregulasi yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo belakangan ini, PP IA-ITB pun mengapresiasi langkah tersebut.

IMG-20160616-WA0008
Foto : Rusman, Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

“Terkait semangat deregulasi yang disampaikan oleh Presiden, kami sebagai pelaku teknologi dan rekayasa sangat mendukung. Karena banyak hal mengenai penerapan teknologi di bidang industri itu tidak mudah mengingat regulasi yang tidak berpihak pada kita, terutama produk-produk dalam negeri,” ujar Ridwan ketika memberikan keterangan pers.

Kepada wartawan, Ridwan menjelaskan bahwa kunjungan mereka kepada Presiden Joko Widodo bertujuan untuk memaparkan program PP IA-ITB dan meminta arahan langsung dari Presiden Joko Widodo.

“Dari sisi program, kami menekankan tiga hal. Pertama, re-industrialisasi Indonesia untuk menggenjot pertumbuhan dan membuka lapangan kerja. Kedua, menebar alumni-alumni ITB untuk tidak hanya berkutat di Jakarta, Jawa, dan sekitarnya dengan tujuan untuk pemerataan pembangunan. Ketiga, mengenai ekonomi kerakyatan di mana teman-teman kami menyampaikan pengalaman, tantangan, dan memohon arahan dari Presiden,” ungkap Ridwan membuka keterangannya.

IMG-20160616-WA0012
Foto : Rusman, Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

Ridwan menambahkan, Presiden bersama dengan PP IA-ITB telah sepakat untuk memajukan Indonesia melalui industri. Namun demikian, Presiden Joko Widodo meminta untuk menentukan terlebih dahulu fokus industri di Indonesia itu sendiri.

“Sementara tadi disinggung mengenai industri kreatif, industri yang mengandung aspek budaya dan seni. Namun disadari, untuk industri dasar kita tetap harus memiliki kemampuan yang kuat seperti energi, pangan, bahan baku, air. Air adalah masa depan dunia, demikian tadi Presiden mengatakan,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, PP IA-ITB turut menyampaikan kepada Presiden Joko Widodo bahwa mereka telah menginisiasi pertemuan dengan 19 himpunan alumni perguruan tinggi yang lain. Hal tersebut dimaksudkan untuk bersama mengusung semangat menjadi bangsa pemenang.

“Jadi Indonesia sebagai bangsa pemenang. Bangsa yang tidak berkelahi sendiri, bangsa yang tidak ribut di dalam, tapi bangsa yang tampil di dunia dengan kehebatannya,” jelas Ridwan.

 

 

 

14 Juni 2016
Tim Komunikasi Presiden
Sukardi Rinakit