SIARAN PERS – Pemudik dengan daerah tujuan sekitar Jawa Tengah mulai tahun ini bisa sedikit bernafas lega ketika pulang ke kampung halamannya. Pasalnya, Presiden Joko Widodo telah meresmikan pengoperasian Jalan Tol Pejagan-Pemalang seksi I dan II sekaligus integrasinya dengan jalan tol ruas Jakarta-Cikampek, Cipularang, Padaleunyi, dan Cipali pada Kamis sore, 16 Juni 2016. Dengan beroperasinya ruas jalan tol tersebut, diperkirakan dapat mengurangi kemacetan dan mempersingkat waktu tempuh perjalanan bagi para pemudik di lebaran nanti.

IMG-20160617-WA0012

Foto : Laily, Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

“Manfaat jalan tol bagi masyarakat adalah menjadi lebih cepatnya pergerakan barang sehingga pengiriman barang menjadi lebih cepat,” kata Presiden ‎di Gerbang Tol Brebes Timur, Desa Banjaranyar, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes, Kamis 16 Juni 2016.

Untuk itu, kata Presiden, seandainya dari sini akan mengirimkan bawang merah dan sayuran ke Jakarta menjadi lebih cepat. “Dulu 7 jam, sekarang dengan adanya jalan tol menjadi 3,5-4 jam. Berarti lebih cepet, artinya barang-barang yang dibawa tidak cepet busuk atau rusak. Barang-barang itu sampai kesana akan baik harganya,” ujar Presiden.‎

Beroperasi, Setelah Mangkrak 20 Tahun‎

Presiden menjelaskan bahwa ruas jalan tol ini sebenarnya telah ditetapkan investornya sejak tahun 1996, 20 tahun yang lalu, tapi mengalami hambatan. “Tidak tahu masalahnya apa, di lapangan banyak masalah, terutama pembebasan lahan,” kata Presiden.

Presiden mengatakan bahwa dirinya hadir ke Brebes, selain untuk meresmikan Jalan Tol Pejagan – Pemalang Seksi I dan II (Pejagan – Brebes Tmur) juga akan meletekkan batu pertama percepatan ruas tol Pemalang-Batang, Batang-Semarang. “Semuanya diharapkan selesai 2018,” kata Presiden.

Ujung Barat hingga Ujung Timur Jawa Terhubung Akhir 2018

IMG-20160617-WA0011

Foto : Laily, Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

‎Dalam kesempatan itu, Presiden mengatakan ruas jalan tol yang membentang dari ujung barat hingga ujung timur Pulau Jawa akan terhubung pada akhir 2018. Setelah pembangunan ruas jalan di Pulau Jawa terhubungkan, lanjut Presiden, pembangunan jalan tol dilanjutkan dari Sumatera sebelah timur hingga Aceh. “Agar barang-barang yang diproduksi di sini bisa dibawa kemana pun. Seperti dari sini ke Aceh bisa dan dari Aceh ke sini bisa,” ujar Presiden. ‎

Proyek Harus Selesai dan Kualitas Terjaga

Presiden menitipkan agar‎ setiap pembangunan proyek seperti ini harus dicek dan diawasi. “Jangan sampai setelah peletakan batu pertama berhenti atau mangkrak. Semua menteri harus ngecek untuk mengetahui perkembangan di lapangan. Proyek harus selesai dan kualitasnya harus dijaga‎,” tutur Presiden.

Untuk ruas tol yang akan dibangun, khususnya Batang – Semarang, Presiden meminta menteri dan dirjen untuk segera ke lapangan untuk mengidentifikasi masalah, misalnya masalah ijin dan lahan. “Masalahnya apa, alternatif solusinya apa. Bisa kita selesaikan semuanya bagi manfaat semua rakyat,” ujar Presiden.‎

“Dengan mengucap Bismilahirrahmanirrahim, saya nyatakan hari ini diresmikan tol Pejagan Pemalang 20 km dan pembagunann jalan tol Batang-Semarang resmi dimulai,” kata Presiden.

Usai meresmikan jalan tol, Presiden bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo didampingi Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri PU, Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan Wakil Gubernur Heru Sudjatmoko meninjau gerbang tol Brebes Timur.

Pejagan – Pemalang Siap Digunakan Lebaran 2016

IMG-20160617-WA0015

Foto : Laily, Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

Dalam keterangannya kepada para jurnalis usai peresmian, Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa ruas tol sepanjang sekitar 20 km tersebut sudah bisa dipakai untuk mudik lebaran nanti. Ruas tersebut juga akan mempercepat waktu tempuh perjalanan mengingat adanya pengurangan gerbang tol yang sebelumnya 7 menjadi hanya 3 gerbang tol.

“Alhamdulillah, untuk seksi Pejagan sampai ke Brebes Timur sepanjang 20 kilometer ini sudah bisa kita siapkan dan bisa dipakai untuk mudik lebaran. Nantinya, dari tujuh gerbang tol yang ada akan dipotong, hilang yang empat gerbang, hanya tinggal tiga. Ini akan mempercepat perjalanan mudik lebaran,” terang Presiden mengawali keterangannya.

Tidak cukup berpuas diri sampai di sana, Presiden juga berkomitmen untuk melanjutkan proyek pembangunan tol Pemalang-Batang dan juga Batang-Semarang yang diketahui sudah lama terhenti. Dengan adanya percepatan pembebasan lahan dan pembangunan konstruksi, proyek tersebut diharapkan dapat diselesaikan pada akhir 2018.

“Kita harapkan dengan percepatan pembebasan lahan dan percepatan konstruksi di lapangan, nantinya dari barat sampai ke timur, Merak sampai Banyuwangi, kita harapkan selesai pada akhir 2018. Setelah itu baru kita fokus pada pembangunan tol dari Lampung menuju Aceh,” ungkapnya menutup keterangan pers.

16 Juni 2016
Tim Komunikasi Presiden
Ari Dwipayana