Hari Santri yang dicanangkan Presiden sejak tahun 2015 lalu, hari ini diperingati oleh segenap santri di seluruh penjuru negeri. Presiden Jokowi sendiri, melakukan kunjungan kerja ke sejumlah lokasi di Provinsi Banten, 22 Oktober 2016.

jkwheliBertolak ke Banten melalui Pangkalan TNI AU Atang Sendjaja Bogor, Jawa Barat, Presiden Joko Widodo beserta rombongan lepas landas menuju Kota Cilegon, Provinsi Banten, dengan menggunakan Helikopter Super Puma milik TNI AU, sekira pukul 14.30 WIB.

Setibanya di Kota Cilegon, Presiden Joko Widodo langsung menuju Kampus Al-Khairiyah yang berada di Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, guna bersilaturahim dengan para peserta Muktamar ke sembilan Pengurus Besar Al Khairiyah.

Usai istirahat sejenak, Presiden Joko Widodo beserta rombongan melanjutkan agenda kunjungan kerjanya menuju Stadion Maulana Yusuf, Kecamatan Ciceri, Kota Serang.

Di lokasi tersebut, Presiden Joko Widodo diagendakan menghadiri acara Peringatan Hari Santri yang pertama sekaligus membuka Pekan Olahraga Dan Seni Antar Pondok Pesantren Tingkat Nasional (POSPENAS) Ke-7 Tahun 2016.

Turut mendampingi Presiden Joko Widodo dalam penerbangan ke Provinsi Banten kali ini di antaranya Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Kepala Sekretariat Presiden Darmansjah Djumala, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI Hadi Tjahjanto, Komandan Paspampres Mayjen TNI (Mar) Bambang Suswantono dan Kepala Biro Protokol Sekretariat Presiden Ari Setiawan.

 

Sumbangsih Al-Khairiyah

jkwkhairiyahPresiden Joko Widodo menghadiri Muktamar Al-Khairiyah ke-9 di Cilegon, Banten, 22 Oktober 2016. Dalam sambutannya, Presiden mengapresiasi keterlibatan Al-Khairiyah dalam mendorong kemajuan umat Islam.

“Sejak awal didirikan hingga sekarang, Al-Khairiyah selalu dekat dengan misi awal Kia Haji Syam’un, yaitu memajukan umat Islam,” ujar Jokowi.

Presiden menambahkan bentuk-bentuk keterlibatan lembaga ini dalam karya yang paling kongkret. “Mulai dari bentuk pesantren, lalu madrasah, sampai menjadi Perguruan Tinggi Islam, Al-Khairiyah terus berjuang untuk mengembangkan pendidikan Islam, melahirkan putra-putri Indonesia yang cerdas dan berdaya saing. Melahirkan putra putri-Indonesia yang mempunyai karakter-mental yang kuat dan Islami,” ujar Presiden.

Turut hadir mendampingi Presiden, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Gubernur Banten Rano Karno dan Ketua Umum Pengurus Besar Al-Khairiyah KH Hikmatullah A Syam’un.