SIARAN PERS – Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk membebaskan Warga Negara Indonesia yang menjadi korban penyanderaan di Perairan Sulu, Filipina, dengan tetap mengedepankan keselamatan para sandera. Hal ini disampaikan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam keterangannya di Istana Merdeka pada 3 Agustus 2016.

IMG-20160803-WA0048
Foto : Rusman, Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

“Yang perlu kita tekankan adalah komitmen pemerintah untuk berusaha sekuat tenaga membebaskan para sandera tersebut. Dan kita tekankan kepada keluarga bahwa prioritas utama adalah keselamatan para sandera,” terang Retno.

Lebih lanjut, Retno juga menyampaikan bahwa dirinya telah melaporkan situasi terkini kepada Presiden Joko Widodo. Dirinya menyebut, sampai dengan saat ini kondisi para sandera dalam keadaan sehat.

“Untuk penanganan sandera, tadi saya juga baru saja melaporkan kepada Presiden mengenai situasi lapangan dan sebagainya. Sampai tadi malam suasana di lapangan sangat dinamis,” ungkap Retno.

Menindaklanjuti pertemuan trilateral yang sudah dilakukan dan ditandatangani pada tanggal 14 Juli lalu, Retno menjelaskan bahwa menteri pertahanan ketiga negara kembali berkumpul dan sepakat untuk memperkuat bentuk kerja sama yang telah disepakati sebelumnya. Kesepakatan ini diharapkan dapat segera dilaksanakan secara nyata untuk mencegah terjadinya penculikan sandera di masa yang akan datang.

“Ada 2 butir perkuatan dari apa yang sudah kita sepakati di tanggal 14 Juli. Perkuatannya itu ada di poin latihan bersama dan automatic identification system,” ujar Retno.

Jakarta, 3 Agustus 2016
Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden

Bey Machmudin