Foto: Laily_Biro Pers, Media, dan Informasi, Sekretariat Presiden

SIARAN PERS – Satu minggu yang lalu, Kamis 10 Maret 2016, Presiden Joko Widodo memanggil Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani, Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa, dan Direktur Utama (Dirut) BPJS Fahmi Idris ke Istana Merdeka. “Saya hanya ingin mengklarifikasi beberapa persoalan yang berkaitan dengan BPJS, termasuk di dalamnya ada distribusi Kartu Indonesia Sehat dan juga mengenai Kartu Indonesia Pintar,” kata Presiden Joko Widodo saat itu.

Foto: Laily_Biro Pers, Media, dan Informasi, Sekretariat Presiden
Foto: Laily_Biro Pers, Media, dan Informasi, Sekretariat Presiden

Kini dalam kunjungannya ke Jawa Barat, Kamis 17 Maret 2016 secara mendadak Presiden mengunjungi RSUD Sumedang. “Saya hanya ingin melihat pelayanan Kartu Indonesia Sehat BPJS di lapangan seperti apa,” kata Presiden.

Dalam kunjungannya itu, Presiden bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo melihat pelayanan perawatan di ruang IGD dan hampir semuanya menggunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Demikian pula dengan pasien di kelas tiga, lanjut Presiden,  hampir 90 persen menggunakan KIS. “Semuanya tidak dipungut biaya. Problemnya hanya satu, IGD yang antri banyak, kamarnya tidak cukup, problemnya disitu,” ujar Presiden menjelaskan kepada wartawan.

Foto: Laily_Biro Pers, Media, dan Informasi, Sekretariat Presiden
Foto: Laily_Biro Pers, Media, dan Informasi, Sekretariat Presiden

Melihat kondisi seperti ini, Presiden mengatakan bahwa dirinya telah langsung menelpon Menteri Kesehatan. “Untuk di RSUD Sumedang bisa dibantu agar penambahan ruangan atau tambah rumah sakit, memang kurang ruangan,” ucap Presiden.

Menanggapi pertanyaan wartawan tentang Komisi IX DPR agar pemerintah tidak menaikan iuran BPJS, Presiden menjelaskan bahwa kunjungannya untuk melihat pelayanan di rumah sakit. Mengenai kenaikan iuran BPJS, Presiden akan memanggil Direksi dan manajemen BPJS untuk melihat urgensinya.

“Menurut saya pelayanan baik. Tapi ruangan kurang. Ini perlu segera ditambah, meskipun rumah sakit ini dalam proses tambah 150 tempat tidur, tetap masih kurang,” kata Presiden.

 

 

17 Maret 2016

Tim Komunikasi Presiden