SIARAN PERS – Dalam dua minggu terakhir ini, Presiden Joko Widodo mengunjungi beberapa daerah untuk mengetahui perkembangan pembangunan pembangkit listrik. Setelah minggu lalu mengunjungi Bangka Belitung, Aceh, Kalimantan Barat dan Gorontalo, kini Presiden berkunjung ke Banten, Nusa Tenggara Barat dan Bali.

Usai menghadiri Groundbreaking PLTU Lontar 315 MW Unit 4 di Desa Lontar, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, Jumat 10 Juni 2016, Presiden mengatakan bahwa pembangunan 35.000 MW itu harus dikawal dan dicek langsung ke lapangan. “35.000 MW bukan target, itu kebutuhan. Kalau itu enggak ketemu, bisa nantinya di provinsi-provinsi itu keadaannya sama, byar pet byar pet,” ujar Presiden.

Dari Banten, Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo melanjutkan perjalanan menuju Bandara Internasional Lombok, NTB dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta pukul 15.15 WIB.

Setelah bermalam, Presiden akan menghadiri Groundbreaking Proyek Mobile Power Plant (MPP) Jeranjang (2×25 MW) yang terletak di Desa Kebunayu, Kecamatan Mataram, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi NTB pada Sabtu pagi, 11 Juni 2016.

Dari NTB, Presiden dan Ibu Iriana melanjutkan perjalanan ke Bali dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1. Di Bali, Presiden akan meninjau PLTDG 200 MW Pesanggaran Bali dengan Pasokan Gas Mini LNG.

Setelah meninjau PLTDG ini, sore harinya, Presiden akan melepas Pawai Pesta Kesenan Bali (PKB) XXXVIII Tahun 2016. Presiden dan Ibu Iriana akan kembali ke Jakarta pada malam harinya.

Turut serta mendampingi Presiden, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri ESDM Sudirman Said, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Dirut PLN Sofyan Basir dan Staf Khusus Presiden Sukardi Rinakit.

10 Juni 2016
Tim Komunikasi Presiden

Ari Dwipayana