IMG-20160623-WA0043
Foto : Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

SIARAN PERS – Presiden Joko Widodo masih membuka peluang bagi pihak swasta untuk berperan serta dalam pembangunan infrastruktur jalan tol di Indonesia. Peluang tersebut masih dibuka seluas-luasnya di tengah adanya kekecewaan mengenai banyak proyek pembangunan yang ditangani pihak swasta terhenti di tengah jalan. Kepastian tersebut diberikan Presiden saat melakukan peninjauan pembangunan jalan layang Becakayu (Bekasi-Cawang-Kampung Melayu) di Kelurahan Duren Sawit, Kecamatan Duren Sawit, Kota Jakarta Timur, Selasa 21 Juni 2016. Peninjauan tersebut sekaligus mengakhiri agenda kunjungan kerja Presiden hari ini.

Dengan didampingi oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno serta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Presiden mengungkapkan bahwa pemerintah masih memprioritaskan pihak swasta untuk da

IMG-20160623-WA0044
Foto : Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

pat memegang konsesi pembangunan jalan tol. Pembiayaan pembangunan melalui APBN disebutnya sebagai jalan terakhir dalam menyukseskan pembangunan infrastruktur jalan tol.

“Kita berikan kesempatan seluas-luasnya terlebih dahulu pada swasta. Kemudian kalau itu tidak diambil juga oleh BUMN oleh karena ROI (return of investment) nya tidak masuk, ya sudah APBN. Artinya tahapannya pertama swasta, BUMN, kemudian APBN. APBN adalah jalan terakhir,” terang Presiden Joko Widodo.

Namun demikian, Presiden Joko Widodo mengingatkan bahwa apabila konsesi yang telah diberikan tersebut tidak dimanfaatkan sebaik-baiknya, maka pemerintah akan mengambil alih proyek tersebut.

“Ya kalau swasta sudah diberikan peluang, diberi konsesi, tapi kalau tidak dikerjakan ya diambil alih pasti,” tambah Presiden.

IMG-20160623-WA0045
Foto : Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

Terkait dengan pembangunan jalan layang Becakayu sendiri, Presiden Joko Widodo menargetkan proyek pembangunan tersebut dapat diselesaikan pada akhir tahun 2017. Presiden juga sempat mempertanyakan awal mula proyek tersebut yang sempat terhenti hingga 20 tahun lamanya.

“Ini jadi sejak saya jadi gubernur di sini sudah saya pertanyakan karena banyak tiang-tiang di sini yang sudah hitam-hitam tapi tidak ada pengerjaan apa-apa. Tadi saya tanyakan memang sudah 20 tahun harusnya sudah berjalan. Sehingga pada bulan November 2014 ini dimulai lagi dan saya kaget memang progressnya sangat cepat. Kita harapkan nanti akhir tahun 2017, Insya Allah selesai semuanya,” ujar Presiden menargetkan.

Presiden berharap pembangunan jalan tol yang memiliki panjang kurang lebih 21 kilometer tersebut dapat diselesaikan dengan cepat mengingat tidak ada lagi kendala yang dihadapi dari sisi pembebasan lahan. Presiden juga mengharapkan ke depannya jalan tol Becakayu ini dapat menjadi solusi dari kemacetan yang ada di daerah sekitarnya.

 

 

 

21 Juni 2016
Tim Komunikasi Presiden
Ari Dwipayana