IMG-20160607-WA0007
Foto : Laily, Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

SIARAN PERS – Pertumbuhan ekonomi suatu negara tentunya diiringi dengan meningkatnya aktivitas kegiatan di sektor ekonomi. Untuk menopang kegiatan di sektor ekonomi tersebut harus didukung oleh infrastruktur yang memadai, di antaranya pasokan listrik, termasuk juga mengantisipasi kebutuhan masyarakat yang semakin meningkat. “Paling tidak semuanya diantisipasi dari sekarang. Jangan nanti saya datang masih byar pet, byar pet, byar pet. Ndak mau saya seperti itu, semua harus diantisipasi. Sebelum kejadian semua harus di kawal. Tidak bisa lagi byar pet baru pontang-panting,” kata Presiden Joko Widodo di Kabupaten Bangka kemarin.

Oleh karena itu, pagi ini, Kamis 2 Juni 2016, hari kedua kunjungan kerja Presiden yang memfokuskan pada ketersediaan energi listrik, Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo bertolak ke Bandar Udara Malikus Saleh Aceh Utara dari Pangkalan TNI AU Sultan Iskandar Muda Aceh dengan menggunakan Pesawat CN-295 TNI AU.

IMG-20160607-WA0008
Foto : Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

Dari bandara ini, Presiden dan Ibu Iriana bersama rombongan dengan menggunakan mobil menuju Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Arun di Desa Meuria Paloh, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe. Di sini Presiden akan meresminkan PLTMG Arun berkapasitas 184 MW.

Setelah meresmikan PLTMG Arun, Presiden dan Ibu Iriana bersama rombongan kembali ke Pangkalan TNI AU Sultan Iskandar Muda dengan menggunakan Pesawat CN-295TNI AU dari Bandara Malikus Saleh Aceh Utara.

Dari Aceh, Presiden dan Ibu Iriana bersama rombongan berganti Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 menuju Pangkalan TNI AU Supadio Kalimantan Barat. Setelah tiba di pangkalan ini, Presiden dan Ibu Iriana bersama rombongan melanjutkan perjalanan dengan berkendaraan mobil menuju Desa Jungkat, Kabupaten Mempawah untuk menghadiri Groundbreaking Mobil Power Plant (MPP) Kalimantan Barat 4 x 25 MW dan meresmikan PLTU Ketapang 2 x 10 MW.

Petang harinya, Presiden dan Ibu Iriana bersama rombongan menuju Provinsi Gorontalo dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1. Tiba di Bandara Jalaludin Kabupaten Gorontalo malam hari, Presiden dan Ibu Iriana melanjutkan perjalanan menuju hotel tempat menginap selama berada di Gorontalo.

2 Juni 2016
Tim Komunikasi Presiden
Ari Dwipayana