SIARAN PERS – Dalam kunjungan ke Belgia, Presiden Jokowi menghadiri jamuan santap siang oleh Wakil Presiden Bidang Pekerjaan, Pertumbuhan, Investasi dan Daya Saing Komisi Eropa, Jyrki Katainen. Dalam jamuan santap siang tersebut, turut hadir pula sejumlah CEO perusahaan papan atas Eropa diantaranya CEO Rolls-Royce, Rio Tinto, AXA, dan Siemens.

Setelah jamuan santap siang, Presiden akan melakukan pertemuan dengan para CEO dari negara-negara Nordik di Hotel Steigenberger Wiltcher’s.Dalam pertemuan dengan CEO negara-negara Nordic di Brussel, Kamis, 21 April 2016, Presiden Joko Widodo mengakui bahwa perekonomian Indonesia memang mengalami penurunan. Tetapi penurunan ini dipandang sebagai kesempatan untuk melakukan reformasi ekonomi.

Program reformasi Indonesia, menurut Presiden, berdasar pada dua prinsip, kompetitif dan keterbukaan. Di era sekarang ini, lanjut Presiden, “Keterbukaan adalah keniscayaan”. Sangat tidak realistik bila Indonesia memilih untuk menutup diri. Sebab, teknologi telah menghilangkan batas negara. “Sosial media telah membuat dunia sangat dinamisl, kata Presiden. Jalur suplai juga semakin terbuka.

Kompetisi Meningkatkan Kemampuan

Dasar kedua, kompetisi. Umumnya kompetisi, kata Presiden, “Akan mendorong kita untuk berupaya sebaik mungkin”. Presiden mencontohkan bahwa 50 tahun yang lalu, Indonesia hanya memiliki satu maskapai penerbangan yang dimiliki oleh pemerintah. Saat tidak memiliki pesaing, Garuda tidak menunjukkan performanya. Harga tiket mahal namun tidak diikuti pelayanan yang prima.

Kemudian lahir maskapai penerbangan yang dikelola oleh swasta. Sekitar 70 maskapai penerbangan beroperasi di Indonesia. Akibatnya Garuda hampir mengalami kebangkrutan. Menghadapi persaingan tersebut, Garuda kemudian berbenah diri, memperbaiki manajemen dan pelayanannyan. “Kini, Garuda berada pada peringkat ketujuh berdasarkan penilaian Skytrax.

Demikian pula dalam industri perbankan dan stasiun pengisian BBM. “Untuk itu, Pemerintah Indonesia kini melakukan deregulasi dan membuka lebih banyak sektor untuk meningkatkan kompetisi”, kata Presiden.

Lebih lanjut Presiden menyampaikan bahwa pemerintahannya kini memfokuskan pada dua mesin pertumbuhan, yakni pembangunan infrastruktur dan investasi. “Dan untuk memastikan ini berjalan sesuai rencana, untuk memastikan bahwa proyek infrastruktur terus berlanjut, saya harus melihat langsung pelaksanaan di lapangan,” kata Presiden.

Presiden berharap para CEO dapat melihat angin segar yang ditawarkan oleh Indonesia dan tertarik melakukan investasi di Indonesia. Presiden berjanji bahwa dirinya akan terus berkeliling memastikan adanya pembenahan di semua sektor.

Presiden Jokowi dalam pertemuan ini didampingi oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Perdagangan Thomas Lembong, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Duta Besar RI untuk Kerjaan Belgia merangkap Uni Eropa Yuri Thamrin, Direktur Kerjasama Intra-Kawasan Dewi Tobing, dan Ketua Umum Kadin.
Brussel, 21 April 2016
Tim Komunikasi Presiden

Ari Dwipayana