SIARAN PERS – Presiden Joko Widodo menerima kunjungan pengurus Politeknik Maritim Negeri Indonesia (Polimarin) di Istana Merdeka, Jakarta, Senin 20 Juni 2016. Mendampingi Presiden dalam pertemuan yang dilaksanakan sekitar pukul 10.00 WIB tersebut Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir.

IMG-20160621-WA0005

Foto : Intan, Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

Adapun pengurus Polimarin yang turut serta bertemu dengan Presiden Joko Widodo ialah Sri Tutie Rahayu selaku Direktur, Ario Hendartono selaku Wakil Direktur I, Akhmad Nuriyanis selaku Wakil Direktur II, Yulius Oscar selaku Wakil Direktur III, Hero Budi Santoso selaku Ketua Jurusan Bisnis Maritim, Gunawan Budi Santoso selaku Kepala UPT Teknologi Informasi, serta Rahindra Bayu Kumara selaku salah satu dosen Polimarin.

Dalam keterangan pers usai pertemuan, Sri Tutie Rahayu menerangkan bahwa pertemuan pengurus Polimarin dengan Presiden Joko Widodo hari ini untuk menyampaikan dukungannya kepada Presiden terkait Nawacita kemaritiman serta menyampaikan bahwa Polimarin siap menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan di bidang maritim.

“Polimarin siap meningkatkan kualitas pendidikan dan pelatihan di bidang maritim. Kami juga meningkatkan produktivitas karena pada Polimarin ini diproduksi SDM yang mempunyai kompetensi yang dibutuhkan. Perlu diketahui bahwa Polimarin mempunyai kewenangan untuk mengeluarkan 11 sertifikat internasional untuk pelaut di bawah International Maritime Organization,” terang Direktur Polimarin memulai keterangannya.

Dalam kesempatan tersebut, Sri Tutie Rahayu juga mengungkapkan bahwa para lulusannya sudah terserap di dunia kerja dan bahkan banyak permintaan dari luar negeri. Namun demikian, Sri menuturkan bahwa pihaknya memprioritaskan agar para lulusan dapat terserap di Indonesia.

“Tapi yang perlu dipertanyakan, jika lulusan ini kami serahkan semua ke luar negeri, bagaimana dengan rasa kebangsaan kita? Sehingga kami mempertahankan alumni ini dipergunakan atau dipakai di nasional,” tambahnya.

Penghargaan Bapak Maritim untuk Presiden Jokowi

Lebih lanjut, pihak Polimarin juga berencana menyematkan penghargaan kepada Presiden Joko Widodo sebagai Bapak Maritim Indonesia karena telah berjasa dalam mencanangkan poros maritim dunia. Penyematan penghargaan tersebut direncanakan dilakukan bersamaan dengan perayaan hari maritim dunia yang jatuh pada tanggal 29 September.

IMG-20160621-WA0006

Foto : Intan, Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

“Kami memohon izin pada Bapak Presiden untuk memberikan penghargaan kepada beliau sebagai Bapak Maritim Indonesia yang nanti akan berbarengan dengan perayaan hari maritim dunia yang jatuh pada tanggal 29 September. Harapannya, dengan perkenan Bapak Presiden, semoga pusat pemusatan peringatan itu berada di Polimarin khususnya dan di Semarang pada umumnya,” harapnya.

Lulusan Pendidikan Vokasi harus Bersertifikat

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir menjelaskan bahwa Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan untuk meningkatkan pendidikan vokasi yang di antaranya adalah pendidikan yang menyangkut kemaritiman. Untuk itu, pihaknya telah menyiapkan sepuluh politeknik untuk membentuk sumber daya manusia yang siap pakai.

“Pada tahun ini kami sudah menyiapkan sepuluh pendidikan vokasi atau politeknik yang akan kami siapkan untuk bisa penyiapan sumber daya yang siap pakai yaitu di bidang kemaritiman, di bidang material, di bidang elektronik, bidang pembuatan kapal, bidang pangan maupun manufaktur,” terangnya.

Nasir juga menyebut bahwa seluruh lulusan dari pendidikan vokasi tersebut harus bersertifikat melalui lembaga sertifikasi profesi agar dapat terserap ke dalam dunia kerja. Hal yang sama juga berlaku untuk lulusan Polimarin

“Nanti Polimarin juga lulusannya harus bersertifikat. Tadi sudah disampaikan bahwa sertifikat yang dikeluarkan dari International Maritime Organisation. Di bidang-bidang yang lain itu juga harus disertifikasi oleh lembaga sertifikasi profesi di bawah Badan Standarisasi Nasional Provinsi,” tutupnya.

20 Juni 2016
Tim Komunikasi Presiden
Sukardi Rinakit