Foto: Biro Pers, Media, dan Informasi, Sekretariat Presiden

SIARAN PERS –

Foto: Biro Pers, Media, dan Informasi, Sekretariat Presiden
Foto: Biro Pers, Media, dan Informasi, Sekretariat Presiden

Minggu, 25 November 2015, dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 dari Bandar Udara Halim Perdanakusuma Jakarta, Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo beserta rombongan bertolak menuju Paris, Perancis. Kunjungan Presiden ke Paris kali ini adalah kunjungan kerja dalam rangka menghadiri Leaders Event United Nations Framework Convention on Climate Change Conference of Parties (Pertemuan para Pemimpin UNFCCC COP 21).

“Kehadiran saya dan para Kepala Negara yang lain diharapkan dapat memberikan dorongan politik bagi proses perundingan agar tercapai kesepakatan baru mengenai penanganan masalah perubahan iklim,” demikian disampaikan oleh Presiden Jokowi pada keterangan pers sebelum meninggalkan tanah air.

Rencananya sekitar 135 Kepala Negara/Kepala Pemerintahan akan hadir dalam Pertemuan para Pemimpin tersebut. Diharapkan dalam COP 21 ini, dapat tercapai sebuah kesepakatan baru bersifat jangka panjang dan memuat detil kesepakatan penanganan masalah perubahan iklim.

Dukungan Penuh Keberhasilan COP 21

Foto: Biro Pers, Media, dan Informasi, Sekretariat Presiden
Foto: Biro Pers, Media, dan Informasi, Sekretariat Presiden

Presiden Jokowi menyatakan bahwa selain memberikan dukungan penuh pada keberhasilan COP 21, pesan utama yang ingin disampaikan oleh Indonesia dalam Pertemuan para Pemimpin nanti adalah kontribusi Indonesia sebagai paru-paru dunia dalam isu perubahan iklim. Disamping itu, yang tidak kalah pentingnya adalah penegasan komitmen Indonesia untuk mengurangi emisi 29% pada tahun 2030 dan 41% dengan kerjasama internasional. Komitmen ini tertera dalam Intended National Determined Contributions (INDC) yang telah disampaikan oleh Indonesia.

Lebih lanjut, Presiden Jokowi menyatakan, dirinya juga akan menyampaikan bahwa Pemerintah Indonesia telah mengambil kebijakan yang bersifat way forward bagi penanganan isu perubahan iklim. Kebijakan tersebut antara lain berupa upaya untuk melakukan pencegahan kebakaran hutan di masa yang akan datang serta kebijakan clean energy untuk mengurangi emisi.

Presiden menambahkan, “Agar negara berkembang dapat berkontribusi lebih, Indonesia akan mendorong terealisasi secara penuh prinsip common but differentiated responsibility.” Indonesia juga akan mendorong adanya dukungan pendanaan bagi kerjasama teknologi dan peningkatan kemampuan.

Agenda selama di Perancis

Selain menghadiri Leaders Event UNFCCC COP 21, Presiden Jokowi juga dijadwalkan akan meninjau di Paviliun Indonesia. Disamping itu, di sela-sela pelaksanaan Pertemuan para Pemimpin, Presiden juga akan mengadakan sejumlah pertemuan bilateral, yakni dengan Serbia, Belanda, Norwegia, India, dan Afrika Selatan.

Selama Pertemuan para Pemimpin UNFCCC COP 21, Presiden Jokowi akan didampingi oleh Menteri Luar Negeri, Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup, serta Menteri Kelautan dan Perikanan. “Dalam Pertemuan para Pemimpin nanti, saya akan didampingi oleh srikandi-srikandi Kabinet Kerja, yakni Menteri Luar Negeri Ibu Retno Marsudi, Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Ibu Siti Nurbaya, serta Menteri Keluatan dan Perikanan Ibu Susi Pudjiastuti,” ucap Presiden.

Presiden dijadwalkan akan meninggalkan Paris pada tanggal 1 Desember 2015 dan tiba di tanah air pada 2 Desember 2015, siang hari.

 

 

Jakarta, 29 November 2015

Tim Komunikasi Presiden